Kondisi Masjid per 16 Maret 2013

 

Menabung untuk akhirat

Peletakan batu pertama pembangunan Masjid Al Ikhlas yang dihadiri oleh Ustadz Jefry Al Bukhori dan pejabat teras Kota Depok sudah setahun berlalu (peletakan batu pertama Kamis, 24 April 2008). Namun, pembangunan masjid seluas 18 m X 18 meter itu belum juga usai. Kendala utama terletak pada pendanaan.

Memang, masjid yang terdiri dari dua lantai itu dirancang juga sebagai gedung serba guna. Bagian atas untuk menjalankan aktifitas keagamaan, sedangkan lantai dasar akan menjadi gedung serba guna untuk berbagai keperluan seperti hajatan, pertemuan warga atau aktifitas publik lainnya.

Tentunya, konsep tersebut membawa konsekuensi pada tingginya biaya pembangunan masjid yang diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp 2,8 miliar. Bantuan dana dari berbagai pihak seperti pengembang Taman Anyelir, Telkom dan pengusaha sekitarnya belum juga menuntaskan pembangunan tersebut.

Berbagai upaya penggalangan dana telah ditempuh. Menyebarkan proposal dan surat kesediaan menjadi donatur tetap belum menghasilkan dana yang diharapkan. Kini, panitia memfokuskan pada penggalangan dana ke warga setempat. Walau mungkin hasilnya tak sebesar bantuan dari pihak luar, namun dana rutin itu diharapkan akan mempercepat proses pembangunan.

Cara yang ditempuh tak lagi menyodorkan proposal atau surat sejenis, tetapi dengan menyebarkan celengan pada setiap keluarga. Celengan itu diambil panitia setiap awal bulan. Celengan ini diyakini mempunyai daya jangkau lebih luas ketimbang proposal karena semua pihak bisa berpartisipasi.

“Mengisi celengan masjid menjadi tanggung jawab semua penghuni. Dua anak saya wajib menyisihkan uang jajannya dan memasukkannya ke celengan,” ujar seorang warga. Istrinya pun bisa memasukkan uang sisa belanja ke tabungan akhirat itu.

Makin banyak yang mengisi tentunya isinya pun lebih banyak dari biasanya. Dan yang penting, lanjut warga itu,   “Saya mengajari anak untuk beramal dan bertanggung jawab terhadap pembangunan masjid.” Menurutnya, pembangunan masjid bukan menjadi tanggungjawab pihak luar, pemerintah atau pengusaha antah berantah tetapi menjadi beban warga sekitar. Toh, mereka juga akan memanfaatkan masjid tersebut.

Celengan masjid itu akan menumbuhkan kesadaran untuk beramal dan kesadaran bahwa tanggung jawab pembangunan masjid adalah tanggung jawab bersama warga. Kesadaran seperti ini harus ditumbuhkan sejak kecil agar mental dan moral mereka dididik untuk mandiri dan tidak menggantungkan pada pihak lain.

Proposal Pembangunan Masjid (Revisi Oktober 2009)

Perspektif Masjid Al ikhlasI. PENDAHULUAN

Latar Belakang

Masjid adalah rumah Allah, hal ini tersirat pada firman Allah yang terdapat dalam sebuah Hadits Qudsi yang artinya “Sesungguhnya rumah-rumah Ku di bumi ialah masjid-masjid dan para pengunjungnya adalah orang-orang yang memakmurkannya” (HQR Abu Naim dari Said Al Khuduri , rs)

Di dalam hadits ini Allah memberitahukan kepada kita bahwa Allah mempunyai rumah di bumi ini, yaitu masjid tempat orang melakukan ibadah dan mengabdi kepadaNya, bertasbih dan mensucikanNya. Oleh karena itu masjid merupakan tempat termulia di bumi.

Allah berfirman dalam QS. At Taubah;18

            •  •         

Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari Kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, Maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.

Pada hadits disampaikan “Barang siapa mendirikan masjid karena Allah walaupun sebanding dengan sarang burung tempat telurnya niscaya Allah mendirikan pula baginya sebuah gedung di dalam Surga (HR. Ahmad, Ibnu Hibban dan Bazzar dengan sanad shahih)

Dari hadits dan firman Allah di atas dapat kita simpulkan bahwa membangun dan mendirikan masjid sangat besar pahalanya.

Keberadaan Musholla Al Ikhlas yang telah didirikan sekitar 20 tahun yang lalu sudah tidak layak dan seiring dengan perkembangan penduduk saat ini. Saat ini warga RT 04-05 berjumlah sekitar 300 KK atau sekitar 95 % warga muslim, Renovasi atau perluasan areal musholla tidak mungkin dilakukan , bersamaan dengan pembangunan perumahan Anyelir I pengurus Musholla dan warga melakukan negosiasi dan bekerjasama dengan pihak pengembang untuk pengadaan lahan. Terjadi kesepakatan dengan pihak pengembang untuk menyediakan fasilitas umum berupa fasilitas ibadah yang dapat bermanfaat untuk warga kompleks Taman Anyelir I maupun warga RT 04-05.

Luas lahan yang tersedia untuk Masjid seluas 400 M2, sehingga dibentuklah panitia pembangunan Masjid. Sesuai dengan kesepatan pengembang , bahwa fisik bangunan akan dilaksanakan oleh warga masyarakat secara gotong royong namun pemanfaatannya untuk seluruh warga. Pembangunan juga didorong oleh mayoritas warga RT 04-05 adalah Muslim yang sangat merindukan tempat beribadah yang layak.

Tujuan :

1. Menyediakan sarana Ibadah yang nyaman dan strategis

2. Tempat koordinasi dan membangun silaturahmi kaum muslimin

3. Menyelenggarakan pendidikan keagamaan dan mental warga muslim pada umumnya dan bagi anak-anak maupun remaja masjid.

4. Mewujudkan lingkungan yang agamis dan berkualitas

II. PROGRAM PEMBANGUNAN MASJID

Program pembanguan Masjid direncanakan pada bulan Maret 2008. Diawali dengan status lahan masjid yang sah, daya tampung Musholla yang tidak memenuhi syarat, dibentuklah panitia pembangunan Masid Al Ikhlas.

Pembangunan diawali dengan peletakan batu pertama pada Maret 2008 oleh Wakil Walikota Depok. Kemudian bulan April dilakukan pengerjaan fondasi secara gotong royong warga RT 04-05. Pembangunan dimulai pada bulan Mei 2008. Luas tanah 20×20 m2, direncanakan Bangunan Masjid dengan 2 lantai, Lantai dasar akan digunakan sebagai Ruang serbaguna, Ruang kantor dan TPA sedangkan Lantai 2 akan digunakan sebagai tempat sholat. Gambar site plan bangunan terlampir.

Kondisi saat ini telah diselesaikan pengecoran Lantai 2 sehingga Lantai dasar telah dapat dimanfaatkan. Dinding belum sempurna dan Lantai telah dikeramik sarana lain tempat wudhu dan toilet laki-laki telah selesai. Telah digunakan untuk kegiatan masjid : untuk sholat, pertemuan rapat, pengajian remaja, pengajian Kaum Ibu tetap berjalan, walaupun sarana yang ada terlalu minim. Realisasi Fisik sampai saat ini 30 % dari rencana.

Biaya Pembangunan :

Total biaya seperti direncanakan adalah Rp. 2,5 Milyar sampai saat ini dana terkumpul dapat diuraikan sebai berikut :

1. Masyarakat                                                          Rp     115.000.000

2. Perusahaan/instansi                                       Rp       77.000.000

3. Bantuan Pemda Kota Depok                         Rp       10.000.000

4. Sumbangan bahan bangunan senilai         Rp        96.469.150

5. Sumbangan developer                                    Rp       39.000.000

JUMLAH                                                                     Rp    337.469.150

Pemanfaatan Dana Pembangunan :

Biaya pembanguan saat ini sekitar Rp. 337 juta rupiah ( tiga ratus tiga puluh tujuh juta rupiah)

Rencana selanjutnya :

Tahap Pertama : pembangunan yang akan dilaksanakan yaitu :

1. Pengerjaan tiang –tiang penyangga kubah

2. Pembangunan Lantai II sebagai tempat sholat,

3. Pembuatan kubah

4. Pembangunan Mighrab/mimbar

Estimasi dana yang diperlukan sebesar Rp. 350.160.000,- dengan rincian biaya terlampir.

Tahap Kedua : akan dilaksanaan pada 2010.

Finishing bangunan Lantai I maupun Lantai dua, jendela, pintu dll.

III. SUSUNAN DEWAN KESEJAHTERAAN MASJID :

Pelindung                                     :  1. Lurah Kalimulya

2. Ketua RW 04 Kel Kalimulya

Dewan Penasehat                      :  1. Ust Edi Main

2. Agus Suprayogi, ST

3. H Nimin

Ketua Umum                               : Hasbullah M Rahmad, S Pd, M Hum

Ketua Harian                               : Nisar Salim, S Pd

Sekretaris                                      : Aris Abdillah, SE

Bendahara                                     : 1. Gunawan Adyaksa, SH, MM

2. Widyatmoko, SE

Humas                                            : Drs Djoko Harismojo

Ketua Bidang Kesra                   : Muhammad Ridwan, S Sos

Ketua Bidang Pendidikan        : Dono

Ketua Bidang Pembangunan : Burhan Masangang, SE

Ketua Bidang PHBI                    : Samlawi, S Ag

Ketua bidang Ubudiyah          :  Ust Syafruddin

IV. PENUTUP

Demikian proposal ini kami susun untuk dapat dipelajari dan menjadikan bahan pertimbangan Bapak/Ibu/ Saudara untuk dapat ikut merealisasikan pembangunan Masjid Al Ikhlas.

Informasi lebih lengkap tentang Kegiatan dan Pembangunan Masjid Al Ikhlas dapat diakses melalui Website kami di Http :// alikhlaskebonduren.wordpress.com

Rencana biaya yang dibutuhkan adalah sebagai berikut :

1 Besi                                   140 btg                 144,000                  20,160,000

2 Baja ringan (atap)       400 m2                150,000                  60,000,000

3 Genteng                          4000 buah               5,000                  20,000,000

4 Kubah & assesoris      1 pkt                50,000,000                50,000,000

5 Keramik                        400 m2                    125,000                50,000,000

6 Kusen pintu dan jendela 1 pkt           40,000,000              40,000,000

7 Mighrab (assesoris mimbar) 1 pkt   30,000,000              30,000,000

8Semen,pasir, dll           1 pkt                   80,000,000              80,000,000

Jumlah biaya                                                                              Rp. 350.160.000

DOKUMENTASI PERKEMBANGAN PEMBANGUNAN MASJID AL IKHLAS PADA Maret 2008 – OKTOBER 2009

1. Perspektif Bangunan

2. Peletakan batu pertama dan pengukuran arah kiblat

3. Perkembangan pembangunan sampai saat ini

4. Sekilas Peringatan Isra’ Mi’raj 1430 H oleh H. Rhoma Irama

Peletakan batu pertama Masjid Al-Ikhlas dan tausyiah ustadz Jeffry Al Buchori

Kamis, 24 April 2008 adalah hari yang paling membahagiakan bagi warga Kebonduren, Kelurahan Kalimulya, Kecamatan Sukmajaya, Depok, Jawa Barat. Tiga hari menjelang ulang tahun Kota Depok yang kesembilan, warga RT 04 dan RT 05, RW 04 Kalimulya memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus peletakan batu pertama pembangunan Masjid Al-Ikhlas di atas tanah seluas 400 M2.

Meski bertepatan dengan hari kerja, banyak warga yang mengambil cuti atau ijin tidak masuk kantor untuk menyambut acara tersebut. Apalagi, tausyiah diberikan oleh ustadz gaul Jeffry Al Buchori alias Uje. Warga yang biasanya hanya menyaksikan Uje melalui televisi, bisa berjabat langsung dengan sang ustadz.

Ribuan ummat muslim, yang mayoritas ibu-ibu dan remaja putri, tumpek blek di lapangan. Selain ingin melihat Uje, mereka juga ingin bertatap muka dengan Ketua DPRD Depok Naming D Bothin dan juga Wakil Walikota Depok Yuyun Wirasaputra. Selain pejabat pemda, Kapolsek Sukmajaya, Camat Sukmajaya, Lurah Kalimulya dan staf kelurahan hadir pula pada kegiatan itu.

Sebelum Uje tampil, warga menggelar berbagai kegiatan yang melibatkan anak-anak dari TPA Al-Ikhlas, dai cilik Qory dan Mifhatul Fadil, pembacaan rawi oleh ibu-ibu majelis taklim Hudaya, pembacaan ayat suci Alquran, pembacaan doa ahli kubur oleh Ustadz H Edi Main, serta tausyiah dari ustadz Nisar Salim.

Berhubung Naming D Bothin yang memberikan sambutan mewakili tokoh masyarakat ada kegiatan lain maka dia meninggalkan acara sebelum tuntas. Tapi, sebelum itu dia berjanji untuk memberikan bantuan finansial kepada panitia. Begitu pula dengan Yuyun Wirasaputra yang harus menghadiri rapat di balai kota. Sebelum menutup kata sambutan, Yuyun menyerahkan cek senilai lima juta rupiah. Pengusaha minyak dan gas, Haji Yahman, juga membantu uang lima juta rupiah. Sementara ustadz Edi Main memberikan satu truck pasir. (Jumlah bantuan yang masuk akan dilaporkan tersendiri dalam laporan keuangan)

Alhamdulillah warga antusias memberikan amal setelah mendapat sentilan dari dai cilik Mifhatul Fadil. ”Jangan karena beda warna kaos, terus gak mau membantu,” pekik Fadil yang disambut tepuk tangan seluruh hadirin. Maklum, acara itu melibatkan banyak tokoh partai. Hasbullah Rahmat, anggota DPRD Depok dan Ketua DPD PAN, menjadi penanggung jawab pembangunan masjid karena dia tinggal di kampung itu. Sementara Naming D Bothin, ketua DPRD Depok, menjabat sebagai ketua DPC Golkar Depok. Yuyun, selain sebagai wakil walikota, dia juga aktifis Partai Kebangkitan Bangsa.

”Contohlah pemain sepakbola. Meski ada sebelas orang, tujuannya sama. Makanya saya tunggu operannya (maskudnya bantuan uang). Mana operannya,” tambah Fadil. Fadil pun menceritakan sepuluh kyai bertemu untuk membangun masjid tidak akan jadi karena mereka semua membuka kitab. Tapi kalau satu kyai dan satu konlomerat bertemu, pembangunan masjid pasti jadi. ”Yang satu buka kitab, yang satu buka cek,” lanjutnya.

Bagaimana sentilan ustadz Jeffry? Tunggu tulisan berikutnya. Kalau mau lihat foto-fotonya, klik aja http://www.flickr.com/photos/masjidalikhlas/

Gotong royong jelang peletakan batu pertama

Menjelang peletakan batu pertama masjis Al-Iklhas, Kebonduren, Kalimulya, Depok yang insya Allah akan dilakukan pada Kamis, 24 April 2008 warga mengadakan gotong royong untuk membersihkan lapangan serta meratakan tanah agar hadirin bisa mendengarkan tausyiah dari Ustadz Jefry Al-Bukhori dengan nyaman.

Apalagi, dalam acara itu, panitia mengundang juga walikota Depok Nur Mahmudi Ismail dan pejabat eselon di Kota Depok. Juga beberapa anggota dewan di kota tersebut dan majelis taklim di sekitar lokasi pembangunan masjid. Warga antusias mengikuti kerja bhakti tersebut. Gotong royong selesai setelah mereka menyantap makan siang yang disediakan warga.

Kami mengharap kedatangan umat muslim, khususnya warga Depok, untuk menghadiri tausyiah tersebut. Apalagi pembawaan ustadz Jefry, atau yang biasa disapa Uje, sangat gaul sehingga menarik perhatian umat, baik tua maupun muda. Kami tunggu kedatangan Anda!

Penentuan Arah Kiblat

Sehari setelah Maulid Nabi Muhammad SAW, tepatnya Jumat 21 Maret 2008, panitia pembangunan masjid Al Ikhlas mengundang pakar untuk melihat lokasi tanah guna menentukan arah kiblat. Ahli dari Departemen Agama itu datang ba’da Ashar. Melalui penghitungan yang cermat dibantu perlatan yang canggih, arah kiblat sudah ditentukan sehingga nantinya pembangunan masjid akan mengacu pada arah tersebut.

Lokasi Pembangunan Masjid

Lokasi Masjid Al-Ikhlas yang baru hanya berjarak sekitar 50 meter dari masjid yang lama. Tapi, lokasi masjid yang baru lebih strategis karena berada di Jalan Kencana I, bersebelahan dengan perumahan Taman Anyelir. Letak masjid memudahkan semua warga untuk mengunjungi rumah Allah tersebut.

Selain soal letak, luas tanah di lokasi baru juga lebih besar dari sebelumnya sehingga diharapkan bisa menampung jemaah yang lebih banyak lagi. Tanah di lokasi tersebut sudah rata dan siap untuk dibangun.

Kami berharap umat muslim bersedia menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu pembangunan masjid tersebut. Silahkan kirim bantuan Anda ke nomor rekening
BCA KCP Depok Asri Nomor: 7650277257 atas nama Boih Sustiawan/Anwar Efendi.

Apabila Bapak/Ibu sudah mentransfer uang ke rekening tersebut mohon konfirmasi melalui email ke masjidalikhlas@yahoo .com atau menghubungi sekretariat panitia di nomor telepon (021)77828210 dan 77828219 atau ke nomor HP 0818721342 dan 08888159102.

Susunan Panitia Pembangunan Masjid Al-Ikhlas

PANITIA PEMBANGUNAN MASJID

AL-IKLHAS

Jalan Kencana I RT 05 RW 04 Kelurahan Kalimulya, Kecamatan Sukmajaya,

Kota Depok

Telp (021) 77828210 – 77828219, HP 0818721342 – 08888159102

PANITIA PEMBANGUNAN MASJID AL-IKHLAS

PENANGGUNG JAWAB :

1. Andi Suhandi (Ketua RW 04 Keluarahan Kalimulya)

2. H Muhammad Nimin Saleh

3. M Hasbullah Rahmad S Pd, M Hum

4. Burhan Masangang, SE

5. H Muhamad Ridwan, S Sos

6. Kadir Idris, BBA

KETUA:

1. Nisar Salim S Pd

2. Ir Puji Rohadi

SEKRETARIS :

1. Sori Sumantri

2. Widyatmoko, SE

3. Ma’mun Niran

4. Agus Ridwan

5. Drs Djoko Harismojo

BENDAHARA :

1. Boih Sustiawan, S Sos

2. Yudi Havian Nugraha, SE

3. Ir Anwar Efendi

4. Budimansyah, ST

HUMAS :

1. Samlawi, S Ag

2. Senen

3. M Apriandi, SH

4. Aris A, SE

PEMBANGUNAN:

1. M Thamrin

2. Saman Hudi

LOGISTIK:

1. Syafrudin

2. Edy Yarmin

3. H Sudarno

4. Gunawan Adiyaksa, SH MM

5. Nurman, SE

PUBLIKASI & EXPOSE:

1. Bambang Sambodo

2. Agus Suprayogi, ST

3. Sutarso

ARSITEK:

1. Muhammad Rizky

2. Hengky

Proposal Pembangunan Masjid Al-Ikhlas

LATAR BELAKANG

Masjid yang sudah ada memiliki beberapa kekurangan antara lain:

1. Daya tampung yang kecil

2. Masih bersifat seadanya, belum lengkap dengan fasilitas yang dibutuhkan

POTENSI

Lingkungan tersebut memiliki beberapa potensi positif di antaranya:

1. Banyak pendatang baru dari luar daerah sehingga pertambahan penduduk meningkat dengan cepat

2. Mayoritas penduduk adalah muslim

3. Lahan belum optimal pemanfaatannya.

PERMASALAHAN

1. Dana dari masyarakat masih belum mencukupi untuk membangun masjid

2. Lahan yang direncanakan belum sepenuhnya dapat dibangun

RENCANA ANGGARAN BIAYA (lihat foto di atas)


PENUTUP

Demikian gambaran singkat tentang rencana pembangunan masjid Al-Ikhlas, di mana masih menghadapi beberapa kednala. Semoga dengan usaha kita bersama kendala-kendala yang menghadang dapat kita lalui. Akhir kata kami mengucapkan banyak terima kasih.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.