<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>MASJID AL-IKHLAS</title>
	<atom:link href="http://alikhlaskebonduren.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://alikhlaskebonduren.wordpress.com</link>
	<description>catatan harian kegiatan masjid</description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 Nov 2011 04:49:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='alikhlaskebonduren.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>MASJID AL-IKHLAS</title>
		<link>http://alikhlaskebonduren.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://alikhlaskebonduren.wordpress.com/osd.xml" title="MASJID AL-IKHLAS" />
	<atom:link rel='hub' href='http://alikhlaskebonduren.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Bahaya Menuduh Kafir</title>
		<link>http://alikhlaskebonduren.wordpress.com/2011/11/16/bahaya-menuduh-kafir/</link>
		<comments>http://alikhlaskebonduren.wordpress.com/2011/11/16/bahaya-menuduh-kafir/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Nov 2011 04:28:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pengurus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[ajaran islam]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah islam]]></category>
		<category><![CDATA[kafir]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alikhlaskebonduren.wordpress.com/?p=634</guid>
		<description><![CDATA[Menuduh adalah suatu perbuatan yang tidak menyenangkan. Orang yang dituduh akan terluka hatinya, apalagi tuduhan yang dialamatkan kepada dirinya tidak disertai dengan bukti-bukti yang benar. Tentu ia akan merasa sangat terzholimi. Tuduhan seperti ini biasanya akan menimbulkan efek-efek negatif, seperti jalinan persaudaraan yang tidak harmonis, penceraian dalam rumah tangga, hilangnya kepercayaan dan harga diri, hilangnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alikhlaskebonduren.wordpress.com&amp;blog=8096186&amp;post=634&amp;subd=alikhlaskebonduren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong></strong>Menuduh adalah suatu perbuatan yang tidak menyenangkan. Orang yang dituduh akan terluka hatinya, apalagi tuduhan yang dialamatkan kepada dirinya tidak disertai dengan bukti-bukti yang benar. Tentu ia akan merasa sangat terzholimi. Tuduhan seperti ini biasanya akan menimbulkan efek-efek negatif, seperti jalinan persaudaraan yang tidak harmonis, penceraian dalam rumah tangga, hilangnya kepercayaan dan harga diri, hilangnya pekerjaan dan jabatan dan sebagainya. Namun efek yang paling berbahaya adalah kerusakan akidah bagi pelakunya.</p>
<p>Oleh sebab itu, Islam telah memperingatkan kepada umatnya supaya tidak melakukan sembarang tuduhan  kepada saudara seagamanya. Peringatan ini bisa dilihat dari beratnya hukuman atas seorang yang menuduh suatu perbuatan keji terhadap sesama saudaranya sendiri. Seperti menuduh melakukan perbuatan zina (qadzaf) sedangkan dia tidak mampu menghadirkan empat orang saksi, maka hukuman bagi orang yang menuduh itu adalah didera sebanyak 80 kali dera. (QS. An-Nur:4-5).</p>
<p>Demikian pula menuduh kafir tanpa keterangan yang dapat dipercaya adalah suatu perbuatan yang tidak dibenarkan dalam Islam. Tuduhan inilah yang menimbulkan efek paling berbahaya tadi, yaitu rusaknya akidah.</p>
<p>Berdasarkan kaidah asas Islam dalam perkara akidah disebutkan, bahwa tidak dibolehkan mengkafirkan seseorang dari golongan ahli kiblat, kecuali dengan bukti yang jelas dan akurat. Sebab pada dasarnya, sosok seorang muslim adalah iman, maka mengkafirkan seorang muslim dengan tanpa alasan yang kuat adalah perbuatan yang dilarang. Sekiranya tuduhan tersebut tidak benar, maka sebaliknya orang yang menuduh itu adalah kafir. Hal ini menunjukan betapa kerasnya larangan melakukan perbuatan menuduh dan saling melemparkan tuduhan kafir tanpa dalil. (Lihat: Dr Wahbah Zuhaili, Akhlakul Muslim: &#8216;Alaqatuhu bin Nafsi wal Kaun, Darul Fikr al-Mu&#8217;asir, Beirut Lubnan, h. 298).</p>
<p>Pendapat di atas didasarkan kepada dalil Alquran surat al-Ruum ayat 44, Allah SWT. berfirman, &#8220;Siapa yang kafir, maka dia sendirilah yang menanggung akibat kekafirannya itu; dan barang siapa yang mengerjakan kebajikan, maka mereka menyiapkan untuk diri mereka sendiri (tempat yang menyenangkan).&#8221;</p>
<p>Dalam menafsirkan ayat di atas, Prof  Dr Wahbah Zuhaili menjelaskan, bahwa sang penuduh (tanpa bukti yang valid) itu adalah kafir, yaitu entah dia itu fasik karena menutup kebenaran atau ia benar-benar kafir ( kafir mutlak). Sedangkan kufur mutlak, maknanya lebih luas dari fasik. Allah berfirman: &#8220;Barang siapa yang kafir setelah datang keterangan-keterangan yang jelas, maka mereka itulah orang-orang yang fasik&#8221;. (QS  Al-Nuur: 55).</p>
<p>Sedangkan, Nabi SAW telah menegaskan, bahwa orang yang menyifatkan saudara muslimnya dengan sifat kekufuran, maka hal itu adalah dosa. Bahkan tuduhan itu berbalik kepada dirinya. Sebagaimana diriwayatkan dari Bukhari dan Muslim dari Abi Dzar RA., bahwasanya Rasulullah SAW. bersabda: &#8220;Barang siapa yang memanggil seseorang dengan kata-kata kafir, atau berkata: wahai musuh Allah, sedangkan tidaklah demikian halnya, maka tuduhan dan kata-kata itu kembali dan berlaku  kepada dirinya.&#8221;  (HR  Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Keterangan nash Alquran dan Hadis di atas hendaknya menjadi perhatian dan pelajaran bagi setiap muslim supaya lebih berhati-hati dan waspada untuk tidak mudah atau tergesa-gesa melemparkan sebuah tuduhan. Apalagi menuduh kafir terhadap sesama saudara muslim sendiri dengan tanpa bukti atau informasi yang valid.  Sebab, tuduhan tersebut hanya akan membawa akibat yang membahayakan terhadap banyak pihak, terutama pelakunya sendiri. Di mana kemurnian akidahnya bisa rusak, gara-gara menuduh kafir terhadap saudaranya tanpa bukti dan kebenaran yang jelas dan nyata. Wallahu &#8216;Alam bi Shawab.</p>
<p>(<strong>Oleh: Imron Baehaqi Lc &#8211; </strong>Penulis adalah Pengurus Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia, Bidang Dakwah dan Tarjih. Dimuat di Harian Republika)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alikhlaskebonduren.wordpress.com/634/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alikhlaskebonduren.wordpress.com/634/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alikhlaskebonduren.wordpress.com/634/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alikhlaskebonduren.wordpress.com/634/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alikhlaskebonduren.wordpress.com/634/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alikhlaskebonduren.wordpress.com/634/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alikhlaskebonduren.wordpress.com/634/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alikhlaskebonduren.wordpress.com/634/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alikhlaskebonduren.wordpress.com/634/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alikhlaskebonduren.wordpress.com/634/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alikhlaskebonduren.wordpress.com/634/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alikhlaskebonduren.wordpress.com/634/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alikhlaskebonduren.wordpress.com/634/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alikhlaskebonduren.wordpress.com/634/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alikhlaskebonduren.wordpress.com&amp;blog=8096186&amp;post=634&amp;subd=alikhlaskebonduren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alikhlaskebonduren.wordpress.com/2011/11/16/bahaya-menuduh-kafir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/795b1bbe7d4c6d2d83294aa9b23a0793?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Pengurus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Makna Idul Adha</title>
		<link>http://alikhlaskebonduren.wordpress.com/2011/11/06/makna-idul-adha/</link>
		<comments>http://alikhlaskebonduren.wordpress.com/2011/11/06/makna-idul-adha/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Nov 2011 03:11:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pengurus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[dkm masjid al ikhlas]]></category>
		<category><![CDATA[hasbullah rahmat]]></category>
		<category><![CDATA[hewan qurban]]></category>
		<category><![CDATA[joko harismoyo]]></category>
		<category><![CDATA[makna idul adha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alikhlaskebonduren.wordpress.com/?p=628</guid>
		<description><![CDATA[Minggu, 6 November 2011 jemaah Masjid Al Ikhlas, Kebonduren, Kalimulya, Depok merayakan Idul Adha 1432 H. Setelah mengadakan sholat Ied berjamaah di masjid tersebut, warga menyerahkan 5 ekor sapi serta 15 ekor kambing kepada pengurus. Joko Harismoyo, mewakili jemaah masjid, dalam penyerahan hewan qurban mengatakan hewan tersebut diserahkan kepada pengurus sebagai bentuk keteladanan jemaah terhadap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alikhlaskebonduren.wordpress.com&amp;blog=8096186&amp;post=628&amp;subd=alikhlaskebonduren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://alikhlaskebonduren.files.wordpress.com/2011/11/idual-adha-1432h-02.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-629" title="idual adha 1432H" src="http://alikhlaskebonduren.files.wordpress.com/2011/11/idual-adha-1432h-02.jpg?w=236&#038;h=157" alt="" width="236" height="157" /></a>Minggu, 6 November 2011 jemaah Masjid Al Ikhlas, Kebonduren, Kalimulya, Depok merayakan Idul Adha 1432 H. Setelah mengadakan sholat Ied berjamaah di masjid tersebut, warga menyerahkan 5 ekor sapi serta 15 ekor kambing kepada pengurus. Joko Harismoyo, mewakili jemaah masjid, dalam penyerahan hewan qurban mengatakan hewan tersebut diserahkan kepada pengurus sebagai bentuk keteladanan jemaah terhadap nilai-nilai kepatuhan dan ketaan yang diwariskan Nabi Ibrahim kepada umat muslim.</p>
<p>Hasbullah Rahmat selaku Ketua DKM Masjid Al Ikhlas, saat menerima secara simbolis hewan tersebut, berharap agar kita bisa meneladani nilai-nilai ketaatan dan pengorbanan Nabi Ibrahim AS yang kala itu diperintahkan oleh Allah SWT untuk menyembelih anak semata wayangnya, Nabi Ismail AS. &#8221; Semoga daging hewan qurban ini membawa kemaslahatan bagi warga,&#8221; katanya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alikhlaskebonduren.wordpress.com/628/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alikhlaskebonduren.wordpress.com/628/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alikhlaskebonduren.wordpress.com/628/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alikhlaskebonduren.wordpress.com/628/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alikhlaskebonduren.wordpress.com/628/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alikhlaskebonduren.wordpress.com/628/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alikhlaskebonduren.wordpress.com/628/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alikhlaskebonduren.wordpress.com/628/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alikhlaskebonduren.wordpress.com/628/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alikhlaskebonduren.wordpress.com/628/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alikhlaskebonduren.wordpress.com/628/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alikhlaskebonduren.wordpress.com/628/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alikhlaskebonduren.wordpress.com/628/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alikhlaskebonduren.wordpress.com/628/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alikhlaskebonduren.wordpress.com&amp;blog=8096186&amp;post=628&amp;subd=alikhlaskebonduren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alikhlaskebonduren.wordpress.com/2011/11/06/makna-idul-adha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/795b1bbe7d4c6d2d83294aa9b23a0793?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Pengurus</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://alikhlaskebonduren.files.wordpress.com/2011/11/idual-adha-1432h-02.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">idual adha 1432H</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ihsan dan Itqan-lah dalam Mengemban Tugas</title>
		<link>http://alikhlaskebonduren.wordpress.com/2011/05/20/ihsan-dan-itqan-lah-dalam-mengemban-tugas/</link>
		<comments>http://alikhlaskebonduren.wordpress.com/2011/05/20/ihsan-dan-itqan-lah-dalam-mengemban-tugas/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 May 2011 05:42:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pengurus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[amanah]]></category>
		<category><![CDATA[Ihsan]]></category>
		<category><![CDATA[itqan. alquran]]></category>
		<category><![CDATA[jabatan]]></category>
		<category><![CDATA[rassul]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[tugas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alikhlaskebonduren.wordpress.com/?p=623</guid>
		<description><![CDATA[Ihsan dan itqan adalah dua istilah yang terdapat dalam Alquran dan sunah yang berkaitan dengan amal perbuatan seorang Muslim yang harus dilakukannya dalam hidup dan kehidupannya di dunia ini. Ihsan berarti optimalisasi dalam kebaikan. Artinya, kebaikan apa pun yang dilakukan seorang Muslim harus selalu optimal dalam persiapan dan pelaksanaannya, agar hasilnya didapat secara optimal pula. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alikhlaskebonduren.wordpress.com&amp;blog=8096186&amp;post=623&amp;subd=alikhlaskebonduren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright" src="http://static.republika.co.id/uploads/images/headline/ilustrasi-_110505161009-941.jpg" alt="Ihsan dan Itqan-lah dalam Mengemban Tugas" width="214" height="139" />Ihsan dan itqan adalah dua istilah yang terdapat dalam Alquran dan sunah yang berkaitan dengan amal perbuatan seorang Muslim yang harus dilakukannya dalam hidup dan kehidupannya di dunia ini. Ihsan berarti optimalisasi dalam kebaikan. Artinya, kebaikan apa pun yang dilakukan seorang Muslim harus selalu optimal dalam persiapan dan pelaksanaannya, agar hasilnya didapat secara optimal pula.</p>
<p>Allah SWT berfirman dalam QS al-Mulk [67]: 2: &#8220;(Dia) Yang menjadikan mati dan hidup supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya (optimal). Dan, Dia Mahaperkasa lagi Maha Pengampun.&#8221;</p>
<p>Jika seorang Muslim sedang melakukan ibadah maka dipersiapkan dan dilakukan dengan baik, baik ilmu pengetahuan yang berkaitan dengannya maupun teknis pelaksanaannya. Ketika melaksanakan ibadah haji, misalnya, ilmunya dipersiapkan, tata cara pelaksanaannya disempurnakan, juga menjaga kesehatan jasmani rohani, sehingga betul-betul predikat haji mabrur dapat diraih, termasuk menjaga dan mempertahankannya ketika ia sudah kembali ke kampung halamannya.</p>
<p>Seorang Muslim yang sedang mendapatkan amanah jabatan publik di wilayah eksekutif, legislatif, ataupun yudikatif, ia penuhi amanah tersebut dengan semaksimal mungkin agar betul-betul mampu mempersembahkan yang terbaik bagi kepentingan masyarakat dan bangsa di wilayah pekerjaannya tersebut. Amanah dan profesionalitas merupakan ciri utama dari pejabat Muslim tersebut. Karena disadarinya, semuanya akan dipertanggungjawabkan kepada konstituennya di dunia ini dan terutama kepada Allah SWT kelak kemudian hari, dan selalu berusaha menjauhi sifat khianat.</p>
<p>Allah SWT berfirman dalam QS al-Anfal [8]: 27: &#8220;Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad), dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu sedang kamu mengetahui.&#8221;</p>
<p>Sedangkan, itqan berarti kesungguhan dan kemantapan dalam melaksanakan suatu tugas, sehingga dikerjakannya secara maksimal, tidak asal-asalan, sampai dengan pekerjaan tersebut tuntas dan selesai dengan baik. Rasulullah SAW bersabda, &#8220;Sesungguhnya Allah sangat mencintai orang yang jika melaksanakan suatu pekerjaan, maka pekerjaaan tersebut dilakukannya dengan itqan.&#8221; (HR Thabrani).</p>
<p>Karena itu, ihsan dan itqan harus selalu menjadi ruh dan spirit bagi setiap Muslim dalam melaksanakan tugas dan pekerjaannya, baik yang berhubungan dengan Allah SWT maupun dengan sesama manusia, sehingga pekerjaannya itu akan selalu bernilai ibadah dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat. Wallahu a&#8217;lam.<em> (<strong><strong>Oleh</strong> Prof Dr KH Didin Hafidhuddin MSc, Republika)</strong></em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alikhlaskebonduren.wordpress.com/623/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alikhlaskebonduren.wordpress.com/623/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alikhlaskebonduren.wordpress.com/623/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alikhlaskebonduren.wordpress.com/623/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alikhlaskebonduren.wordpress.com/623/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alikhlaskebonduren.wordpress.com/623/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alikhlaskebonduren.wordpress.com/623/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alikhlaskebonduren.wordpress.com/623/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alikhlaskebonduren.wordpress.com/623/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alikhlaskebonduren.wordpress.com/623/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alikhlaskebonduren.wordpress.com/623/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alikhlaskebonduren.wordpress.com/623/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alikhlaskebonduren.wordpress.com/623/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alikhlaskebonduren.wordpress.com/623/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alikhlaskebonduren.wordpress.com&amp;blog=8096186&amp;post=623&amp;subd=alikhlaskebonduren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alikhlaskebonduren.wordpress.com/2011/05/20/ihsan-dan-itqan-lah-dalam-mengemban-tugas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/795b1bbe7d4c6d2d83294aa9b23a0793?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Pengurus</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://static.republika.co.id/uploads/images/headline/ilustrasi-_110505161009-941.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Ihsan dan Itqan-lah dalam Mengemban Tugas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Buah Kesombongan</title>
		<link>http://alikhlaskebonduren.wordpress.com/2011/05/15/buah-kesombongan/</link>
		<comments>http://alikhlaskebonduren.wordpress.com/2011/05/15/buah-kesombongan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 May 2011 01:38:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pengurus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[akibat sombong]]></category>
		<category><![CDATA[congkak]]></category>
		<category><![CDATA[rendah hati]]></category>
		<category><![CDATA[sifat nabi]]></category>
		<category><![CDATA[sombong]]></category>
		<category><![CDATA[tawadu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alikhlaskebonduren.wordpress.com/?p=621</guid>
		<description><![CDATA[Alquran banyak memaparkan kisah pemimpin dan bangsa-bangsa besar serta kuat yang kemudian dihancurleburkan. Seperti kisah Firaun, Qarun, kaum &#8216;Ad, Tsamud, serta umat Nabi Nuh. Mereka semua adalah manusia yang menyombongkan diri kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Manusia, apa pun status dan jabatannya, tidak memiliki ruang sedikit pun untuk menjadi sombong. Karena secara hakiki, manusia adalah makhluk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alikhlaskebonduren.wordpress.com&amp;blog=8096186&amp;post=621&amp;subd=alikhlaskebonduren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://static.republika.co.id/uploads/images/headline/-_110504100159-500.jpg" alt="Buah Kesombongan" width="209" height="136" />Alquran banyak memaparkan kisah pemimpin dan bangsa-bangsa besar serta kuat yang kemudian dihancurleburkan. Seperti kisah Firaun, Qarun, kaum &#8216;Ad, Tsamud, serta umat Nabi Nuh. Mereka semua adalah manusia yang menyombongkan diri kepada Allah dan rasul-rasul-Nya.</p>
<p>Manusia, apa pun status dan jabatannya, tidak memiliki ruang sedikit pun untuk menjadi sombong. Karena secara hakiki, manusia adalah makhluk Allah yang diciptakan dari bahan yang hina (sperma). Ia diciptakan untuk beribadah kepada Allah SWT semata, menjauhi segala larangan-Nya dan menjalankan segala perintah-Nya.</p>
<p>Kemampuan dan kelebihan yang ada pada setiap manusia atau suatu bangsa, tidak lebih dari anugerah Allah yang diamanahkan untuk dipergunakan sebagaimana mestinya. Bukan untuk dibangga-banggakan, kemudian menganggap rendah yang lain serta dengan sesuka hati berbuat kerusakan di muka bumi. Sebagaimana Firaun telah berbuat brutal terhadap rakyatnya.</p>
<p>&#8220;Dan (ingatlah) ketika Kami selamatkan kamu (Musa) dari (Firaun) dan pengikut-pengikutnya; mereka menimpakan kepadamu siksaan yang seberat-beratnya, mereka menyembelih anak-anakmu yang laki-laki dan membiarkan hidup anak-anakmu yang perempuan …. (QS [2]: 49).</p>
<p>Atas perbuatan Firaun yang biadab itulah, Allah kemudian mengutus Musa sebagai pemberi peringatan. Tetapi karena kesombongannya, Allah mengutuk Firaun dan menenggelamkannya bersama seluruh tentaranya. Firaun menolak seruan Nabi Musa karena gengsi sebagai raja, sementara Musa hanya rakyat biasa.</p>
<p>Allah sangat murka kepada manusia yang memiliki sifat sombong. Siapa pun dia, raja ataupun rakyat biasa. Kesombongan yang dilakukannya, akan memperberat timbangan dosa-dosanya. &#8220;Kami telah membinasakan mereka karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berdosa.&#8221; (QS [44]: 37).</p>
<p>Dalam hubungan antarsesama manusia, kesombongan juga sering terjadi bahkan setiap hari. Kesombongan seperti ini jika terus dipertahankan akan melahirkan sikap angkuh. Keduanya adalah sifat yang sangat berbahaya dan membinasakan.</p>
<p>Luqman al-Hakim memberi nasihat kepada anak-anaknya. &#8220;Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.&#8221; (QS [31]: 18).</p>
<p>Ancaman bagi mereka yang sombong tidaklah main-main. Allah SWT akan memasukkan mereka ke dalam Neraka Jahannam selama-lamanya. &#8220;Masuklah kamu ke pintu-pintu Neraka Jahanam, sedangkan kamu kekal di dalamnya. Maka, itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang sombong.&#8221; (QS [40]: 76).</p>
<p>Manusia tidak boleh memelihara kesombongan dalam dirinya. Dalam sebuah hadis Qudsi Allah berfirman, &#8220;Kebesaran (kesombongan atau kecongkakan) adalah pakaian-Ku dan keagungan adalah sarung-Ku. Barang siapa merampas salah satu (dari keduanya), Aku lempar dia ke neraka (jahanam). (HR Abu Dawud). Wallahu a&#8217;lam. <em><strong>(Ole<strong>h </strong></strong><strong>Dr Abdul Mannan, Republika)</strong></em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alikhlaskebonduren.wordpress.com/621/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alikhlaskebonduren.wordpress.com/621/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alikhlaskebonduren.wordpress.com/621/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alikhlaskebonduren.wordpress.com/621/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alikhlaskebonduren.wordpress.com/621/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alikhlaskebonduren.wordpress.com/621/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alikhlaskebonduren.wordpress.com/621/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alikhlaskebonduren.wordpress.com/621/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alikhlaskebonduren.wordpress.com/621/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alikhlaskebonduren.wordpress.com/621/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alikhlaskebonduren.wordpress.com/621/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alikhlaskebonduren.wordpress.com/621/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alikhlaskebonduren.wordpress.com/621/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alikhlaskebonduren.wordpress.com/621/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alikhlaskebonduren.wordpress.com&amp;blog=8096186&amp;post=621&amp;subd=alikhlaskebonduren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alikhlaskebonduren.wordpress.com/2011/05/15/buah-kesombongan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/795b1bbe7d4c6d2d83294aa9b23a0793?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Pengurus</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://static.republika.co.id/uploads/images/headline/-_110504100159-500.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Buah Kesombongan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ikhlas dalam Bersedekah</title>
		<link>http://alikhlaskebonduren.wordpress.com/2011/05/13/ikhlas-dalam-bersedekah/</link>
		<comments>http://alikhlaskebonduren.wordpress.com/2011/05/13/ikhlas-dalam-bersedekah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 May 2011 13:34:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pengurus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[agama islam]]></category>
		<category><![CDATA[ajaran islam]]></category>
		<category><![CDATA[amal]]></category>
		<category><![CDATA[dermawan]]></category>
		<category><![CDATA[ikhlas]]></category>
		<category><![CDATA[pahala]]></category>
		<category><![CDATA[sedekah]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah rasul]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alikhlaskebonduren.wordpress.com/?p=619</guid>
		<description><![CDATA[Sedekah merupakan salah satu teori yang diberikan oleh Allah SWT untuk melipatgandakan harta yang dimiliki. Entah itu dilipatgandakan di dunia ataupun di akhirat kelak. &#8220;Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah) adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir, pada tiap-tiap butir, seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alikhlaskebonduren.wordpress.com&amp;blog=8096186&amp;post=619&amp;subd=alikhlaskebonduren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright" src="http://static.republika.co.id/uploads/images/headline/zakat_ilustrasi_100928140811.JPG" alt="Ikhlas dalam Bersedekah " width="207" height="135" />Sedekah merupakan salah satu teori yang diberikan oleh Allah SWT untuk melipatgandakan harta yang dimiliki. Entah itu dilipatgandakan di dunia ataupun di akhirat kelak. &#8220;Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah) adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir, pada tiap-tiap butir, seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang ia kehendaki. Dan Allah Mahaluas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.&#8221; (al-Baqarah [2]: 261).</p>
<p>Sangat menggiurkan sekali iming-iming yang ditawarkan oleh Allah dalam ayat tersebut. Di mana satu berbanding dengan tujuh. Hal inilah yang belum bisa disadari oleh umat Islam. Sebuah teori ekonomi untuk menginvestasikan harta yang dimiliki dengan hasil yang berlipat-lipat.</p>
<p>Ayat di atas pun dijadikan pijakan oleh beberapa ekonom Muslim dalam mengalokasikan hartanya. Di mana dalam konsumsi sehari-hari (konsumsi total) seorang Muslim merupakan penjumlahan dari konsumsi untuk ibadah dengan konsumsi untuk duniawi atau dapat diformulasikan sebagai berikut: Ct = Ci+Cw.</p>
<p>Sehingga dapat disimpulkan bahwa dari setiap harta yang dimiliki oleh seorang Muslim terdapat hak orang lain (mustahik) sebagai sebuah solidaritas untuk menolong perekonomian orang-orang yang berkesusahan agar orang-orang yang berkesusahan bisa khusyuk beribadah kepada Allah SWT, tanpa harus menggadaikan akidahnya pada pihak misionaris. &#8220;Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.&#8221; (QS as-Saba&#8217;: 39).</p>
<p>Khalifah Umar bin Abdul Aziz pernah berkata: &#8220;Shalat mengantarkanmu setengah jalan, puasa mengantarkanmu ke depan pintu Al-Malik (Sang Maha Raja), dan sedekah memasukkanmu ke hadapan-Nya.&#8221;Ibnu Mas&#8217;ud menuturkan: &#8220;Syahdan, ada seorang laki-laki yang beribadah kepada Allah selama tujuh puluh tahun, kemudian ia melakukan perbuatan zina, maka Allah pun menghapus seluruh amalnya. Setelah itu, ia berpapasan dengan seorang fakir miskin, lalu memberi sedekah kepadanya roti, maka Allah pun mengampuni dosanya dan memuliakan kembali pahala ibadah tujuh tahunnya.</p>
<p>Ubaid bin Umar pun mengatakan: &#8220;Pada hari kiamat kelak manusia dikumpulkan dalam kondisi lapar yang belum pernah mereka alami sebelumnya, haus yang belum pernah mereka alami sebelumnya, maka barang siapa memberi makan (orang) demi Allah, Allah akan mengenyangkannya, barang siapa memberi minum (orang) demi Allah, Allah akan meminuminya, dan barang siapa memberi sandang (orang) demi Allah, Allah akan membusanainya.&#8221;</p>
<p>Demikianlah keutamaan sedekah. Tidak sepatutnya kita bersifat kikir dan bakhil kepada sesama manusia, apalagi untuk membantu saudara kita yang sedang mengalami keterpurukan ekonomi. Dengan bersedekah, kita berbagi kebahagiaan dengan sesama dan niscaya Allah juga akan memuliakan orang yang senantiasa ikhlas dalam bersedekah. <em>(<strong><strong>Oleh</strong> Hamli Syaifullah, Republika)</strong></em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alikhlaskebonduren.wordpress.com/619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alikhlaskebonduren.wordpress.com/619/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alikhlaskebonduren.wordpress.com/619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alikhlaskebonduren.wordpress.com/619/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alikhlaskebonduren.wordpress.com/619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alikhlaskebonduren.wordpress.com/619/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alikhlaskebonduren.wordpress.com/619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alikhlaskebonduren.wordpress.com/619/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alikhlaskebonduren.wordpress.com/619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alikhlaskebonduren.wordpress.com/619/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alikhlaskebonduren.wordpress.com/619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alikhlaskebonduren.wordpress.com/619/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alikhlaskebonduren.wordpress.com/619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alikhlaskebonduren.wordpress.com/619/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alikhlaskebonduren.wordpress.com&amp;blog=8096186&amp;post=619&amp;subd=alikhlaskebonduren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alikhlaskebonduren.wordpress.com/2011/05/13/ikhlas-dalam-bersedekah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/795b1bbe7d4c6d2d83294aa9b23a0793?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Pengurus</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://static.republika.co.id/uploads/images/headline/zakat_ilustrasi_100928140811.JPG" medium="image">
			<media:title type="html">Ikhlas dalam Bersedekah </media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Beragama dengan Hati</title>
		<link>http://alikhlaskebonduren.wordpress.com/2011/04/30/beragama-dengan-hati/</link>
		<comments>http://alikhlaskebonduren.wordpress.com/2011/04/30/beragama-dengan-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Apr 2011 13:27:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pengurus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[agama hati]]></category>
		<category><![CDATA[agama islam]]></category>
		<category><![CDATA[olah batin]]></category>
		<category><![CDATA[rasulullah]]></category>
		<category><![CDATA[sufi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alikhlaskebonduren.wordpress.com/?p=617</guid>
		<description><![CDATA[Kedatangan Rasulullah yang membawa risalah Islam selama 23 tahun terbukti mampu meredam kefanatikan kabilah di jazirah Arab hingga menjadi &#8220;ghirah Islam&#8221;. Masyarakat Arab kala itu menjadi malu menyebutkan kabilahnya hingga membuang fanatisme kabilah. Setelah Rasulullah wafat, situasi ideal tersebut berangsur menurun. Konflik politik di kalangan sahabat hingga munculnya dinasti-dinasti Islam terus menyeruak. Saat itulah, terjadi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alikhlaskebonduren.wordpress.com&amp;blog=8096186&amp;post=617&amp;subd=alikhlaskebonduren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright" src="http://static.republika.co.id/uploads/images/headline/umat-muslim-di-roma-italia-tengah-shalat-jumat-saat-_110424175241-713.jpg" alt="Beragama dengan Hati" width="203" height="132" />Kedatangan Rasulullah yang membawa risalah Islam selama 23 tahun terbukti mampu meredam kefanatikan kabilah di jazirah Arab hingga menjadi &#8220;ghirah Islam&#8221;. Masyarakat Arab kala itu menjadi malu menyebutkan kabilahnya hingga membuang fanatisme kabilah.</p>
<p>Setelah Rasulullah wafat, situasi ideal tersebut berangsur menurun. Konflik politik di kalangan sahabat hingga munculnya dinasti-dinasti Islam terus menyeruak. Saat itulah, terjadi al-fitnah al-kubra, malapetaka besar yang membuat umat Islam terkotak-kotak dalam berbagai partai dan golongan (hizb wa al-firqah).</p>
<p>Di tengah situasi biasnya kebenaran, ada generasi tabiin yang mampu berpikir jernih yang dipelopori oleh Imam Hasan al-Basri, Sufyan al-Tsauri, hingga Abu Hasan al-Asy&#8217;ari dan Abu Manshur al-Maturidi. Mereka lebih memilih kehidupan batin.</p>
<p>Begitulah para sufi muncul demi menggemakan keteduhan dan kedamaian bagi masyarakat. Ya, tasawuf dan Islam adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan sebagaimana halnya nurani dan kesadaran tertinggi yang juga tidak dapat dipisahkan dari Islam. Islam merupakan suatu kesadaran abadi yang bermakna penyerahan diri dan ketertundukan (al-inqiyad).</p>
<p>Para sufi selalu memancarkan cahaya dan kesadaran hati manusia serta penghormatan dan pengabdian secara lahiriah bagi kemanusiaan. Perbedaan di antara seorang sufi dengan sufi lainnya hanya pada materi-materi yang berkaitan dengan praktik-praktik spiritual ataupun resep penjernihan hati. Manisnya buah yang diresapi dan dirasakan seorang sufi lainnya tidaklah berbeda. Itu hanya selaksa pohon-pohon yang kelihatannya berbeda dan mungkin berbunga di musim-musim yang berbeda.</p>
<p>Hadirnya para sufi di nusantara pun dikenal sebagai cendekiawan yang berwawasan luas, penulis kreatif, serta terlibat dalam berbagai aspek kehidupan sosial, politik, budaya, dan spiritualitas. Banyak sufi nusantara ini yang bergulat penuh pengabdian kepada masyarakat. Mereka mendakwahkan ajaran Islam secara santun, mudah dicerna, dan moderat sehingga masyarakat mampu menerima dengan mudah dan lapang dada. Di Jawa, kita mengenal kiprah para Wali Songo. Kita bisa bayangkan bagaimana kalau tidak ada Wali Songo dan ulama-ulama sufi lainnya, apakah Islam masih tegak dan dihuni oleh Muslim yang moderat?</p>
<p>Mereka bukan saja telah meletakkan fondasi dakwah yang santun dan moderat, melainkan juga mampu memberikan bukti nyata bagi perjalanan historiografi dakwah Islam di nusantara yang menampakkan wajah Islam yang jauh dari sikap dan tindakan radikal dan teroris. Jelaslah bahwa Islam di Indonesia ini sama sekali tidak mempunyai akar radikal. Munculnya radikalisme dan terorisme lebih menampilkan hasil adopsi kultur keagamaan yang datang dari luar, bukan dari dalam.</p>
<p>Kita miris menyaksikan oknum umat Islam melakukan pengeboman, penculikan, dan lainnya yang membawa banyak korban. Kita harus sigap mengembalikan pemahaman keislaman yang terpendar dari kesyahduan hati, bukan sekadar berkutat pada formalitas dengan hanya menyudut pada perbedaan ritual. <em>(<strong><strong>Oleh</strong> Prof Dr KH Said Aqiel Siradj, Republika)</strong></em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alikhlaskebonduren.wordpress.com/617/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alikhlaskebonduren.wordpress.com/617/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alikhlaskebonduren.wordpress.com/617/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alikhlaskebonduren.wordpress.com/617/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alikhlaskebonduren.wordpress.com/617/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alikhlaskebonduren.wordpress.com/617/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alikhlaskebonduren.wordpress.com/617/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alikhlaskebonduren.wordpress.com/617/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alikhlaskebonduren.wordpress.com/617/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alikhlaskebonduren.wordpress.com/617/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alikhlaskebonduren.wordpress.com/617/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alikhlaskebonduren.wordpress.com/617/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alikhlaskebonduren.wordpress.com/617/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alikhlaskebonduren.wordpress.com/617/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alikhlaskebonduren.wordpress.com&amp;blog=8096186&amp;post=617&amp;subd=alikhlaskebonduren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alikhlaskebonduren.wordpress.com/2011/04/30/beragama-dengan-hati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/795b1bbe7d4c6d2d83294aa9b23a0793?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Pengurus</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://static.republika.co.id/uploads/images/headline/umat-muslim-di-roma-italia-tengah-shalat-jumat-saat-_110424175241-713.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Beragama dengan Hati</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kedudukan Masjid dan Hukum Bunuh Diri dalam Islam</title>
		<link>http://alikhlaskebonduren.wordpress.com/2011/04/29/kedudukan-masjid-dan-hukum-bunuh-diri-dalam-islam/</link>
		<comments>http://alikhlaskebonduren.wordpress.com/2011/04/29/kedudukan-masjid-dan-hukum-bunuh-diri-dalam-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Apr 2011 13:23:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pengurus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[ajaran islam]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah islam]]></category>
		<category><![CDATA[hukum bunuh diri]]></category>
		<category><![CDATA[jihat]]></category>
		<category><![CDATA[masjid]]></category>
		<category><![CDATA[teroris]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alikhlaskebonduren.wordpress.com/?p=615</guid>
		<description><![CDATA[Masjid adalah tak hanya mengandung banyak makna, tapi juga paling banyak disebut dalam Alquran dan sunah Rasulullah SAW. Masjid juga paling sering diungkapkan dalam kehidupan keseharian karena selalu ada desa, kota, dan negara-negara Muslim di dunia. Di luar negara Islam atau negara Muslim, masjid pun menjadi simbol dan wajah masyarakat Muslim yang ada di sekitarnya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alikhlaskebonduren.wordpress.com&amp;blog=8096186&amp;post=615&amp;subd=alikhlaskebonduren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://static.republika.co.id/uploads/images/headline/masjid-agung-damaskus-masjid-bersejarah-peninggalan-bani-umayyah-_110505180007-916.jpg" alt="Kedudukan Masjid dan Hukum Bunuh Diri dalam Islam" width="189" height="123" />Masjid adalah tak hanya mengandung banyak makna, tapi juga paling banyak disebut dalam Alquran dan sunah Rasulullah SAW. Masjid juga paling sering diungkapkan dalam kehidupan keseharian karena selalu ada desa, kota, dan negara-negara Muslim di dunia. Di luar negara Islam atau negara Muslim, masjid pun menjadi simbol dan wajah masyarakat Muslim yang ada di sekitarnya.</p>
<p>Dalam Alquran, kata masjid dengan segala derivasinya, ada 93 kata. Secara eksplisit, kalimat yang menggunakan kata masjid ada 22 macam. Sedangkan dalam bentuk jamak (masajid) ada sekitar enam kata. Berasal dari akar kata sajada, yasjudu, masjid adalah tempat orang bersujud, mendirikan shalat, dan diselenggarakannya pengajian (taklim). Masjid merupakan tempat orang yang menyucikan dirinya kepada Allah dari berbagai niat buruk. Masjid adalah tempat untuk memupuk ketakwaan kepada Allah (QS at-Taubah [9]: 108). Masjid adalah tempat menyucikan diri dengan shalat dan doa. Karena itu, tak diperkenankan kegiatan apa pun di dalam masjid, selain mengabdikan diri kepada Allah dengan niat yang tulus dan ikhlas, semata-mata bertakwa kepada Allah.</p>
<p>Karena itu pula, untuk masuk masjid pun ada peraturan yang harus dipatuhi dan ditaati. Seperti, masuk ke dalam masjid dengan mendahulukan kaki kanan dan berdoa dengan memohon rahmat Allah. Lalu, disunahkan mendirikan shalat sunah dua rakaat. Dan, orang yang berhadas besar (haid, nifas) dilarang masuk dan berada di dalam masjid. Bahkan, berdagang pun juga dilarang dilakukan di dalam masjid, termasuk menagih utang.</p>
<p>Dengan berbagai keterangan ini, jelaslah bahwa masjid merupakan tempat yang sangat terhormat dan mulia, serta hanya dipergunakan untuk taqarrub (mendekatkan) diri kepada Allah. Adakalanya pula, masjid disebut dengan baitullah. Dengan demikian, amat tercela bila seseorang masuk masjid dengan niat jahat, apalagi dengan maksud membunuh.</p>
<p>Pada masa Fathu Makkah, konflik Muslim dan non-Muslim waktu itu, khususnya kaum Quraisy, cukup kencang. Jika dibiarkan, itu akan menimbulkan peperangan baru. Ketika Rasulullah masuk Makkah, nyaris tanpa perlawanan dari Quraisy. Rasul SAW bersabda: &#8220;Barang siapa masuk rumah Abu Sufyan, maka akan dijamin keamanannya. Dan barang siapa masuk masjid, ia dijamin pula keamanannya.&#8221;</p>
<p>Hadis di atas menegaskan bahwa orang yang masuk ke masjid atau rumah ibadah (siapa pun tanpa melihat agama), wajib untuk dilindungi. Maka, amat disayangkan, seseorang yang masuk masjid menggunakan cara-cara kekerasan, bahkan melakukan upaya pengeboman. Membunuh orang lain tanpa sebab yang jelas adalah kejahatan, dan bunuh diri merupakan perbuatan yang amat tercela. Rasul SAW mengecam pelaku bunuh diri, dan menegaskan untuk tidak menshalatkannya. &#8220;Barang siapa yang bunuh diri akan disiksa pada hari kiamat.&#8221; (HR al-Jamaah). Wallahu A&#8217;lam. <em>(<strong>Oleh Prof Dr KH Maman Abdurrahman, Republika)</strong></em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alikhlaskebonduren.wordpress.com/615/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alikhlaskebonduren.wordpress.com/615/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alikhlaskebonduren.wordpress.com/615/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alikhlaskebonduren.wordpress.com/615/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alikhlaskebonduren.wordpress.com/615/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alikhlaskebonduren.wordpress.com/615/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alikhlaskebonduren.wordpress.com/615/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alikhlaskebonduren.wordpress.com/615/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alikhlaskebonduren.wordpress.com/615/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alikhlaskebonduren.wordpress.com/615/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alikhlaskebonduren.wordpress.com/615/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alikhlaskebonduren.wordpress.com/615/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alikhlaskebonduren.wordpress.com/615/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alikhlaskebonduren.wordpress.com/615/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alikhlaskebonduren.wordpress.com&amp;blog=8096186&amp;post=615&amp;subd=alikhlaskebonduren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alikhlaskebonduren.wordpress.com/2011/04/29/kedudukan-masjid-dan-hukum-bunuh-diri-dalam-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/795b1bbe7d4c6d2d83294aa9b23a0793?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Pengurus</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://static.republika.co.id/uploads/images/headline/masjid-agung-damaskus-masjid-bersejarah-peninggalan-bani-umayyah-_110505180007-916.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Kedudukan Masjid dan Hukum Bunuh Diri dalam Islam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rasulullah SAW Selalu Tepat Waktu</title>
		<link>http://alikhlaskebonduren.wordpress.com/2011/04/13/rasulullah-saw-selalu-tepat-waktu/</link>
		<comments>http://alikhlaskebonduren.wordpress.com/2011/04/13/rasulullah-saw-selalu-tepat-waktu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Apr 2011 13:22:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pengurus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[hadist]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah islam]]></category>
		<category><![CDATA[Rasulullah SAW]]></category>
		<category><![CDATA[teladan nabi]]></category>
		<category><![CDATA[tepat waktu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alikhlaskebonduren.wordpress.com/?p=612</guid>
		<description><![CDATA[Suatu ketika Abdullah bin Mas&#8217;ud  bertanya pada Rasulullah SAW: &#8221; Wahai Rasulullah pekerjaan apakah yang paling Allah cintai?&#8221;, Beliau menjawab: &#8220;Shalat pada waktunya&#8221;. Ia bertanya: &#8220;Lalu apalagi Ya Rasul?&#8221;, Beliau menjawab: &#8220;Taat pada orang tua&#8221;. Ia bertanya: &#8220;Lalu apalagi Ya Rasul?&#8221;, Beliau  menjawab: &#8220;Jihad di jalan Allah.&#8221; Hadis di atas diriwayatkan lebih dari satu imam, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alikhlaskebonduren.wordpress.com&amp;blog=8096186&amp;post=612&amp;subd=alikhlaskebonduren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright" src="http://static.republika.co.id/uploads/images/headline/waktu-ilustrasi-_110513083551-878.jpg" alt="Rasulullah SAW Selalu Tepat Waktu" width="214" height="139" />Suatu ketika Abdullah bin Mas&#8217;ud  bertanya pada Rasulullah SAW: &#8221; Wahai Rasulullah pekerjaan apakah yang paling Allah cintai?&#8221;, Beliau menjawab: &#8220;Shalat pada waktunya&#8221;. Ia bertanya: &#8220;Lalu apalagi Ya Rasul?&#8221;, Beliau menjawab: &#8220;Taat pada orang tua&#8221;. Ia bertanya: &#8220;Lalu apalagi Ya Rasul?&#8221;, Beliau  menjawab: &#8220;Jihad di jalan Allah.&#8221;</p>
<p>Hadis di atas diriwayatkan lebih dari satu imam, sebut saja Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa&#8217;i, Ahmad, Dârul Quthni dan yang lainnya.</p>
<p>Hadis ini cukup menarik perhatian kita, selain perawinya yang banyak, kandungan hadis di atas pun layak untuk dicermati. Mengapa shalat tepat pada waktunya dapat menempati rating teratas dari sekian banyak pekerjaan yang sangat Allah cintai, ternyata ia dapat &#8220;menyisihkan&#8221; ketaatan pada orang tua dan jihad di jalan Allah.</p>
<p>Padahal, sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa perintah untuk taat pada orang tua adalah perintah yang sangat urgent, terbukti hampir dalam setiap larangan menyekutukan Tuhan (syirik) selalu disandingkan dengan perintah untuk menaati orang tua. Belum lagi dengan Jihad. Ternyata shalat pada waktunya dapat mengungguli sebuah amalan yang balasannya sudah dijanjikan Allah berupa surga dan  selalu menjadi idaman seluruh Muslim.</p>
<p>Menurut Prof Dr Musthafa &#8216;Imarah, Dosen Hadis dan Ilmu Hadis Fakultas Ushuludin Univeristas Al-Azhar, Kairo, Rasulullah SAW memang tidak hanya sekali ditanya tentang pekerjaan yang paling dicintai Allah, jawaban Beliau pun variatif disesuaikan dengan orang yang bertanya dan kondisi saat itu. Walau demikian, hadis shalat pada awal waktu adalah hadis terbanyak yang terdapat dalam kitab-kitab hadis dibanding dengan hadis-hadis lain.</p>
<p>Kenyataan ini cukup menarik hingga Ibnu Hajar dalam &#8220;Fathul Bari&#8221; nya menukil perkataan Ibnu Bazizah bahwa jihad memang didahulukan dibanding pekerjaan fisik yang lain karena ia merupakan pekerjaan yang berat, akan tetapi kesabaran untuk menjaga shalat dan melaksanakannya tepat waktu adalah pekerjaan yang terus dilakukan secara berulang-ulang hingga hanya orang yang benar-benar bertakwalah yang dapat terus menjaganya.</p>
<p>Dr Abdul Fattah Abu Ghuddah menyimpulkan bahwa dalam hadis tersebutlah terdapat kunci kesuksesan Umat Islam, yaitu  dengan memanfaatkan waktu. Ia berargumen karena shalat termasuk ibadah yang sudah ditentukan waktunya. Jika seorang Muslim melaksanakannya tepat waktu, dan juga selalu memperhatikan setiap pekerjaan pada waktunya maka hal itu akan membuat semuanya dapat terlaksana dengan baik sebagaimana mestinya karena ia sudah menjadi sebuah kebiasaan dan watak dalam prilaku dan kehidupan soerang Muslim. Dari sinilah terlihat jelas rahasia mengapa syariat mengistimewakan ibadah shalat dibanding seluruh ibadah lain.</p>
<p>Selain shalat sebenarnya syariat pun telah menggambarkan beberapa pekerjaan yang harus sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Seperti haji, zakat (baik zakat fitr atau zakat mâl), puasa, berkurban, memberi nafkah, hutang, gadai, bertamu, haid, nifas dan lain-lain. Dari sini Islam ingin mengisyaratkan akan pentingnya penentuan waktu dan banyaknya kemaslahatan dan manfaat  yang ada didalamnya.</p>
<p>Mudah-mudahan kita selalu dijadikan orang-orang yang selalu menjaga shalat dan menjadi hamba yang on time. Allahu wa Rasuluhu a&#8217;lam. (<strong>Oleh: Faza Abdu Robbih &#8211; </strong>Penulis adalah Mahasiswa Fakultas Ushuludin Universitas Al-Azhar Kairo. Dimuat di Republika)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alikhlaskebonduren.wordpress.com/612/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alikhlaskebonduren.wordpress.com/612/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alikhlaskebonduren.wordpress.com/612/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alikhlaskebonduren.wordpress.com/612/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alikhlaskebonduren.wordpress.com/612/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alikhlaskebonduren.wordpress.com/612/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alikhlaskebonduren.wordpress.com/612/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alikhlaskebonduren.wordpress.com/612/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alikhlaskebonduren.wordpress.com/612/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alikhlaskebonduren.wordpress.com/612/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alikhlaskebonduren.wordpress.com/612/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alikhlaskebonduren.wordpress.com/612/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alikhlaskebonduren.wordpress.com/612/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alikhlaskebonduren.wordpress.com/612/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alikhlaskebonduren.wordpress.com&amp;blog=8096186&amp;post=612&amp;subd=alikhlaskebonduren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alikhlaskebonduren.wordpress.com/2011/04/13/rasulullah-saw-selalu-tepat-waktu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/795b1bbe7d4c6d2d83294aa9b23a0793?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Pengurus</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://static.republika.co.id/uploads/images/headline/waktu-ilustrasi-_110513083551-878.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Rasulullah SAW Selalu Tepat Waktu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menyeimbangkan Hidup</title>
		<link>http://alikhlaskebonduren.wordpress.com/2011/03/31/menyeimbangkan-hidup/</link>
		<comments>http://alikhlaskebonduren.wordpress.com/2011/03/31/menyeimbangkan-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Mar 2011 08:03:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pengurus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[hidup seimbang]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah hidup]]></category>
		<category><![CDATA[keseimbangan hidup]]></category>
		<category><![CDATA[rasulullah]]></category>
		<category><![CDATA[Utsman bin Madz’un]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alikhlaskebonduren.wordpress.com/?p=606</guid>
		<description><![CDATA[Dikisahkan oleh Ibnu Sa’ad bahwa suatu hari istri Utsman bin Madz’un datang kepada istri Rasulullah dengan keadaan yang sangat memprihatinkan. Istri Rasulullah pun berkata kepadanya, “Kenapa kamu terlihat seperti ini, bukankah tidak ada orang Quraisy yang lebih kaya daripada suamimu?” Istri Utsman bin Madz’un menjawab, “Saat ini keadaan itu sudah tak tersisa lagi! Ketika malam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alikhlaskebonduren.wordpress.com&amp;blog=8096186&amp;post=606&amp;subd=alikhlaskebonduren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://alikhlaskebonduren.files.wordpress.com/2011/03/ilustrasi-hidup.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-608" title="ilustrasi-hidup" src="http://alikhlaskebonduren.files.wordpress.com/2011/03/ilustrasi-hidup.jpg?w=238&#038;h=171" alt="" width="238" height="171" /></a>Dikisahkan oleh Ibnu Sa’ad bahwa suatu hari istri Utsman bin Madz’un datang kepada istri Rasulullah dengan keadaan yang sangat memprihatinkan. Istri Rasulullah pun berkata kepadanya, “Kenapa kamu terlihat seperti ini, bukankah tidak ada orang Quraisy yang lebih kaya daripada suamimu?” Istri Utsman bin Madz’un menjawab, “Saat ini keadaan itu sudah tak tersisa lagi! Ketika malam hari dia (Utsman bin Madz’un) menghabiskannya dengan shalat malam, sedangkan siangnya dia selalu berpuasa.”</p>
<p>Tak lama setelah itu, Rasulullah SAW masuk ke rumah. Istri Utsman pun menceritakan keadaan ini kepada beliau. Rasulullah kemudian menemui Utsman bin Madz’un lalu bertanya, “Wahai Ustman bin Madz’un, tidakkah kamu menjadikanku sebagai contoh?”</p>
<p>“Ada apa wahai Rasulullah, sehingga engkau berkata demikian?” ujar Utsman balik bertanya.</p>
<p>“Apakah kamu selalu puasa pada siang hari dan menghabiskan malammu dengan shalat malam?” Rasul kembali bertanya.</p>
<p>“Iya, saya sungguh melakukannya, wahai Rasulullah,” jawab Utsman.</p>
<p>“Jangan kamu lakukan itu,” sabda Nabi kepadanya. “Sesungguhnya matamu memilki hak atasmu, tubuhmu memiliki hak atasmu dan keluargamu juga memiliki hak atasmu. Maka shalatlah dan tidurlah. Dan puasalah lalu berbukalah.” (HR Bukhari).</p>
<p>Riwayat di atas adalah salah satu keistimewaan ajaran Islam yang menganjurkan kepada Kaum Muslim untuk selalu hidup seimbang. Seimbang antara ibadah dan bekerja, seimbang antara ruh dan raga, seimbang antara akal dan hati, dan lain sebagainya. Islam melarang umatnya untuk berlebihan dalam membatasi gerak hidup (tafrith) sehingga mengharamkan kenikmatan-kenikmtan yang Allah halalkan.</p>
<p>Atau sebaliknya, terlalu longgar (ifrath) seakan-akan semua hukum adalah halal, sehingga berlaku sekehendak hatinya dan membolehkan segala cara.</p>
<p>Islam adalah agama fitrah, dan fitrah manusia selalu menginginkan keseimbangan. Dengan keseimbanganlah alam alam raya ini selalu berjalan teratur. “Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?..” (Al-Mulk [67]: 3). Keseimbangan inilah  yang menjadi ruh dan inti ajaran Islam.</p>
<p>Dalam Surah Al-Jumuah ayat 9-10 Allah menggambarkan bagaimana seharusnya seorang Muslim menyeimbangkan antara kehidupan dunia dan akhirat. Orang-orang Mukmin, dalam ayat tersbut, adalah mereka yang ketika telah tiba saatnya untuk beribadah, akan bergegas mengingat Allah dengan meninggalkan jual beli dan segala rutinitas dunia. Namun setelah usai menjalankan ibadah, mereka kembali menyebar ke penjuru bumi untuk mencari karunia dan rizki-Nya dengan tidak lupa untuk selalu berdzikir kepada-Nya. Mereka bersungguh-sungguh mempersiapkan bekal untuk kehidupan akhirat, namun tidak pernah melupakan kehidupan dunia yang saat ini mereka jalani. Kepala mereka menengadahkan ke langit, namun kaki mereka tetap berpijak di bumi.</p>
<p>Dengan itulah Allah menjamin keberuntungan bagi mereka. Beruntung dalam hidup di dunia dengan mendapatkan karunia dan limpahan rizki-Nya dan kelak di akhirat mendapatkan ganjaran nikmatnya syurga. Wallau a’la wa a’lam.  <em>(Oleh: Jauhar Ridloni Marzuq &#8211; Mahasiswa Jurusan Tafsir dan Ulumul Quran Universitas al-Azhar Kairo. Dimuat di Republika)</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alikhlaskebonduren.wordpress.com/606/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alikhlaskebonduren.wordpress.com/606/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alikhlaskebonduren.wordpress.com/606/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alikhlaskebonduren.wordpress.com/606/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alikhlaskebonduren.wordpress.com/606/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alikhlaskebonduren.wordpress.com/606/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alikhlaskebonduren.wordpress.com/606/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alikhlaskebonduren.wordpress.com/606/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alikhlaskebonduren.wordpress.com/606/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alikhlaskebonduren.wordpress.com/606/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alikhlaskebonduren.wordpress.com/606/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alikhlaskebonduren.wordpress.com/606/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alikhlaskebonduren.wordpress.com/606/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alikhlaskebonduren.wordpress.com/606/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alikhlaskebonduren.wordpress.com&amp;blog=8096186&amp;post=606&amp;subd=alikhlaskebonduren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alikhlaskebonduren.wordpress.com/2011/03/31/menyeimbangkan-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/795b1bbe7d4c6d2d83294aa9b23a0793?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Pengurus</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://alikhlaskebonduren.files.wordpress.com/2011/03/ilustrasi-hidup.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">ilustrasi-hidup</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memahami Ujian Hidup</title>
		<link>http://alikhlaskebonduren.wordpress.com/2011/03/12/memahami-ujian-hidup/</link>
		<comments>http://alikhlaskebonduren.wordpress.com/2011/03/12/memahami-ujian-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Mar 2011 01:45:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pengurus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[cobaan allah]]></category>
		<category><![CDATA[duka]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah islam]]></category>
		<category><![CDATA[senang]]></category>
		<category><![CDATA[ujian hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alikhlaskebonduren.wordpress.com/?p=603</guid>
		<description><![CDATA[Fitrah hidup manusia akan selalu dihiasi kesedihan dan kesenangan. Menyikapi keadaan yang demikian tentunya membutuhkan kecerdasan mental supaya menghasilkan pola sikap dan pola tindak yang berkualitas untuk kebaikan di masa yang akan datang. Dalam pandangan Islam bencana dan nikmat merupakan ujian hidup yang diberikan Allah Azza wa Jalla sebagai pembelajaran agar manusia selalu mawas diri [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alikhlaskebonduren.wordpress.com&amp;blog=8096186&amp;post=603&amp;subd=alikhlaskebonduren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" title="Ilustrasi" src="http://static.republika.co.id/images/ilustrasi_110222085324.jpg" alt="Memahami Ujian Hidup " width="219" height="158" />Fitrah hidup manusia akan selalu dihiasi kesedihan dan kesenangan. Menyikapi keadaan yang demikian tentunya membutuhkan kecerdasan mental supaya menghasilkan pola sikap dan pola tindak yang berkualitas untuk kebaikan di masa yang akan datang.<br />
Dalam pandangan Islam bencana dan nikmat merupakan ujian hidup yang diberikan Allah Azza wa Jalla sebagai pembelajaran agar manusia selalu mawas diri menjaga predikat mahluk yang diberikan kemuliaan. Ujian hidup pada hakikatnya bertujuan untuk menghasilkan nilai-nilai kepantasan diri supaya manusia memiliki pribadi yang paripurna seperti pribadi Rosulullah SAW.</p>
<p>Pencapaian pribadi paripurna hanya dapat diraih melalui proses ujian yang bertahap sesuai dengan kapasitas, dinamis dan berkelanjutan sehingga berakhir pada satu titik yaitu kepantasan diri mendapatkan kebahagiaan hakiki.(bahagia dunia dan akhirat).</p>
<p>Tidak semua manusia bisa menempatkan diri sebagai pribadi yang pantas mendapat kebahagiaan salah satu penyebabnya adalah pola pandang yang salah tentang ujian hidup itu sendiri. Banyak manusia menganggap bahwa ujian hidup hanya dalam bentuk musibah yang buruk-buruk semata padahal nikmat yang baik-baik pun sebenarnya bentuk lain dari ujian hidup.</p>
<p>Dengan persepsi yang keliru mengakibatkan dangkalnya nilai hikmah yang bisa diambil dari setiap ujian hidup yang menimpa akibatnya tidak ada pembelajaran nilai untuk meningkatkan kualiatas iman dan amal. Padahal Allah Azza wa Jalla menghendaki dengan ujian hidup manusia berada pada jalan kebenaran agama, jalan yang diridha-Nya, jalan yang menempatkan manusia pada posisi kemuliaannya. Yaitu manusia yang berguna bagi manusia lain, manusia yang tidak melupakan Tuhannya, manusia yang taat kepada perintah-Nya, manusia yang selalu menjauhi larangan-Nya itulah yang dimaksud dengan jalan yang lurus yaitu jalan orang-orang yang diberikan Kebahagiaan hakiki.</p>
<p>&#8220;Dan Kami bagi-bagi mereka di dunia ini menjadi beberapa golongan; di antaranya ada orang-orang yang saleh dan di antaranya ada yang tidak demikian. Dan Kami coba mereka dengan nikmat yang baik-baik dan bencana yang buruk-buruk, agar mereka kembali kepada kebenaran&#8221; (QS Al Araaf: 168) <em>(Oleh: Armand M Saputra &#8211; Ketua Departemen Ibadah dan Dakwah  DKM Al-Munawaroh  Kertabumi, Kabupaten Karawang &#8211; dimuat di Republika)</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alikhlaskebonduren.wordpress.com/603/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alikhlaskebonduren.wordpress.com/603/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alikhlaskebonduren.wordpress.com/603/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alikhlaskebonduren.wordpress.com/603/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alikhlaskebonduren.wordpress.com/603/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alikhlaskebonduren.wordpress.com/603/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alikhlaskebonduren.wordpress.com/603/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alikhlaskebonduren.wordpress.com/603/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alikhlaskebonduren.wordpress.com/603/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alikhlaskebonduren.wordpress.com/603/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alikhlaskebonduren.wordpress.com/603/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alikhlaskebonduren.wordpress.com/603/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alikhlaskebonduren.wordpress.com/603/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alikhlaskebonduren.wordpress.com/603/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alikhlaskebonduren.wordpress.com&amp;blog=8096186&amp;post=603&amp;subd=alikhlaskebonduren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alikhlaskebonduren.wordpress.com/2011/03/12/memahami-ujian-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/795b1bbe7d4c6d2d83294aa9b23a0793?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Pengurus</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://static.republika.co.id/images/ilustrasi_110222085324.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Ilustrasi</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
