• Arsip

  • http://picasion.com/
  • Terjemahkan ke dalam Bahasa:

  • Agustus 2016
    S S R K J S M
    « Jun    
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
    293031  

Puasa dan Kesalehan Sosial

RZ Berikan Paket Berbagi  Buka Puasa

 REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Dr A Ilyas Ismail.

Puasa memang ibadah yang amat istimewa. Hikmah dan kebajikannya bersifat multidimensional, tak hanya moral dan spiritual, tetapi juga sosial. Puasa tak hanya membentuk kesalehan pribadi (individual), tetapi sekaligus juga kesalehan sosial.

Puasa memiliki dua semangat yang sangat baik dilihat dari perspektif pendidikan akhlak. Pertama, semangat pencegahan (kaffun wa tarkun)dari hal-hal yang destruktif (al-muhlikat). Semangat yang pertama ini menjadi basis kesalehan individual.

Lalu, kedua, semangat pengembangan alias motivasi dan dukungan (hatstsun wa `amalun) terhadap hal-hal yang memuliakan, konstruktif, atau dalam bahasa Imam Ghazali, dukungan terhadap hal-hal yang menyelamatkan manuisa (hatstsun ila al-munjiyat). Semangat yang kedua ini menjadi pangkal kepedulian sosial yang pada gilirannya membentuk kesalehan sosial.

Dimensi sosial dalam ibadah puasa sangat kentara ditilik dari beberapa hal ini. Pertama, orang yang puasa harus menahan diri dari rasa haus dan lapar.

Ini merupakan latihan agar kita mampu mengendalikan diri dari dorongan syahwat yang berpusat di perut (syahwat al-bathn). Ia juga merupakan sarana agar kita bisa berempati kepada orang-orang miskin.

Orang yang tak pernah lapar, ia tidak bisa berempati kepada orang lain. Mungkin itu sebabnya, ketika Malaikat Jibril AS menawarkan kepada Rasulullah SAW kekayaan melimpah (bukit emas), beliau menolaknya, seraya bekata: “Biarlah aku kenyang sehari dan lapar sehari.”

Penting diketahui, lapar itu ada dua macam, yaitu lapar biologis dan lapar psikologis. Lapar biologis lekas sembuh dengan makan. Lapar psikologis, seperti lapar kekuasaan, kehormatan, dan kekayaan, tak gampang disembuhkan.

Puasa menyembuhkan kedua macam lapar itu sehingga kita bisa terbebas dari penyakit vested interest, untuk selanjutnya lebih peduli dan sadar akan kepentingan orang lain (sosial).

Kedua, orang yang puasa disuruh banyak bederma. Nabi SAW menyebut, bulan puasa sebagai Syahr al-Muwasah atau bulan kepedulian sosial. Rasulullah SAW sendiri merupakan orang yang paling banyak bederma, dan dalam bulan Ramadhan, beliau lebih kencang lagi bederma, melebihi angin barat. (HR Hakim dari Aisyah).

Ketiga, pada penghujung puasa, kita disuruh mengeluarkan zakat fitrah, di luar zakat mal, tentu saja. Kewajiban ini seakan melengkapi dimensi sosial dari ibadah puasa. Karena, tanpa zakat, pahala puasa kita belum sampai kepada Allah. Ia masih bergantung dan berputar-putar di atas langit.

Di luar semua itu, puasa melatih dan mendidik kita agar menjadi manusia bermental giver (pemberi), bukan taker (peminta-minta). Ungkapan take and give yang populer di masyarakat kita, tentu tidak sejalan dengan sepirit puasa. Ungkapan itu semestinya berbunyi,giving and receiving.

Orang puasa sejatinya sedang meneladani Allah SWT, sejalan dengan doktrin, “Takhallaqu bi akhlaq Allah.” Allah SWT adalah Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Nabi Muhammad SAW juga demikian.

Maka, orang yang berpuasa diminta meneruskan kasih sayang Allah dan Rasul itu kepada umat manusia dengan cara berbuat baik dan berbagi kegembiraan. Dengan begitu, puasa membuat kita cerdas, baik secara moral, spiritual, maupun sosial, dan inilah karakter orang takwa. Wallahu a`lam. (Sumber: Republika)

Pembangunan Masjid Al Ikhlas sampai 5 Juni 2016

Pembangunan masjid Al Ikhlas, Kebonduren, Kelurahan Kalimulya, Kota Depok, Jawa Barat sampai dengan tanggal 5 Juni 2016 masih membutuhkan penyelesaian untuk plafon lantai atas. Alhamdulillah, usen dan kaca  jendela di lantai atas, serta finishing tembok (aci) bagian teras depan sudah selesai. Berikut foto kondisi masjid per 10 Januari 2016.

Pawai Sambut Ramadhan 1437H

Menyambut bulan suci Ramadhan 1437H, Taman Pendidikan Alquran Masjid Al Ikhlas, Kebonduren, Kalimulya, Kota Depok, Jawa Barat menyelenggarakan pawai anak-anak pada Sabtu, 4 Juni 2016. Pawai mengelilingi RW 08, Kelurahan Kalimulya, dimulai dari halaman Masjid Al Ikhlas, dilanjutkan ke Perumahan Taman Anyelir 3. Jalur berikutnya adalah Jalan Raya Kalimulya kemudian Jalan Kencana 1 dan berakhir lagi di masjid.

Pawai tersebut dipimpin oleh Ketua Bidang Tarbiyah Masjid Al Ikhlas, Haji Anung beserta semua guru di TPA Al Ikhlas. Foto pawai bisa dilihat di bawah ini.

Jadwal Imam Sholat Tarawih 1437 H di Masjid Al Ikhlas

Menyambut bulan suci Ramadhan 1437 H, masjid Al Ikhlas di Kebonduren, Kelurahan Kalimulya, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat menyelenggarakan sholat tarawih. Berikut jadwal petugas imam, bilal, pembaca doa kamilin, serta pembaca hadist.

Jadwal petugas sholat tarawih 1437 H

Jadwal petugas sholat tarawih 1437 H

Peringatan Maulid Nabi: Meneladani Tingkah Laku Rasulullah

Bukti mencintai Nabi Muhammad SAW harus diiwujudkan dengan meneladani tindakan terpuji Rasulullah selama beliau hidup. Tidak cukup diucapkan dengan lisan tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Demikian inti dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan oleh DKM Masjid Al Ikhlas pada Minggu, 10 Januari 2016 di aula masjid Al Ikhlas, Kebonduren, Kalimulya, Depok, Jawa Barat. Peringatan tersebut menghadirkan pembicara utama KH Mamur Murod dari Cimanggis, Depok.

Dalam sambutannya, Ketua DKM Masjid Al Ikhlas, Ustadz Nizar Salim, mengatakan peringatan tersebut dimaksudkan untuk mengingatkan kepada seluruh jamaah agar senantiasa meneladani tindakan Nabi Muhammad SAW.

Sementara itu, KH Mamur Murod mengingatkan bahwa di Indonesia terdapat 3 jenis muslim yakni Islam Abangan, Islam Intelektual, dan Islam Ortodoks. “Islam Abangan paling heboh kalau lebaran. Sholat kagak, puasa kagak. Tapi giliran lebaran, paling sibuk berbelanja,” ujarnya yang disambut ketawa seluruh jamaah.

Islam Intelektual adalah umat Islam yang mengandalkan pikiran dalam menelaah sesuatu. Padahal, tak semua hal bisa dinalar. Apalagi yang berhubungan dengan ketaqwaan. Dia mencontohkan, air mani adalah sesuatu yang tak najis, sementara air kencil najis. Tetapi, dalam ajaran Islam, seseorang yang mengeluarkan air mani harus mandi besar, sementara mereka yang kencing, tak wajib mandi besar.

“Kalau dinalar, mereka yang kencing harusnya mandi besar karena kencing adalah najis,” jelasnya. Tetapi kenyataannya tidak demikian. Allah tidak memerintah umatnya untuk mandi besar setelah kencing. Bayangkan, berapa kali dalam sehari kita harus mandi kalau mesti mandi sehabis kencing.

Acara ditutup dengan makan bersama. Jamaah masjid sudah menyediakan paros untuk bersantap seluruh jamaah. Berikut foto-foto peringatan maulid. Foto selengkapnya bisa dilihat di album foto https://www.flickr.com/photos/masjidalikhlas.

Proses Pembangunan Masjid Sampai 10 Januari 2016

Pembangunan masjid Al Ikhlas, Kebonduren, Kelurahan Kalimulya, Depok, Jawa Barat sampai dengan tanggal 10 Januari 2016 masih membutuhkan penyelesaian untuk plafon lantai atas, kusen dan kaca untuk semua jendela di lantai atas, serta finishing tembok (aci) bagian teras depan. Berikut foto kondisi masjid per 10 Januari 2016.

 

Pentas Kreativitas PAUD dan TPA Masjid Al Ikhlas

 

TPA11

Memperingati hari kelahiran nabi Muhammad SAW, siswa PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) dan TPA Masjid Al Ikhlas, Kebonduren, Kelurahan Kalimulya, Kota Depok, Jawa Barat mengadakan pentas kreativitas pada Minggu, 27 Desember 2015 dengan tema, “Dengan Maulid Nabi Muhammad SAW, Kita Tingkatkan Kreativitas.”. Dalam pentas seni yang berlangsung meriah itu, berbagai atraksi digelar.

Haji Anung, Ketua Panitia sekaligus Ketua Bidang Tarbiyah Masjid Al Ikhlas mengatakan, pentas seni itu diadakan untuk melatih keberanian dan kreativitas anak didik agar mereka berani tampil. “Masa depan masjid ini terletak pada anak-anak kita,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DKM Masjid Al Iklhas, ustad Nizar Salim, meminta orang tua memberikan dukungan kepada anak-anaknya saat mereka tampil. Orang tua harus bangga ketika anak-anaknya tampil dengan nuansa Islami.

Pentas seni yang berlangsung meriah itu menampilkan berbagai kegiatan seperti hafalan ayat-ayat Alquran, praktek sholat, membaca surat Alquran, hafalan 99 Asmaul Husna, pembacaan puisi, dan lain-lain. Semua santri tampil pada ajang tersebut. Tentu, penampilan apik mereka tak lepas dari peran guru PAUD dan TPA yang rajin berlatih.

Bersamaan pentas seni, pengurus masjid memberikan penghargaan berupa piala kepada santri berprestasi, santri paling rajin dan penghargaan lain. Diharapkan, melalui kegiatan ini, anak-anak menjadi percaya diri dan kreatif dalam menghadapi tantangan dan rintangan di masa depan.

Berikut foto-foto kegiatan tersebut:

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.