• Arsip

  • http://picasion.com/
  • Terjemahkan ke dalam Bahasa:

  • Juni 2009
    S S R K J S M
    « Apr   Jul »
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
    2930  

Sejahtera dengan Berwirausaha

Walaupun potensi di sebuah negeri terbilang minim, tapi umat diminta untuk jangan mudah menyerah.

Suatu hari, Rasulullah SAW menegur seseorang yang selalu berada di masjid, berzikir dan berdoa. Bukan karena terlampau banyak berdoa, tapi lantaran orang tersebut menjadi tidak ada usaha apapun, yang membuat Nabi menegurnya.

Rasulullah pun bertanya, bagaimana ia bisa mencukupi kebutuhan keluarganya? Orang itu menjawab, bahwa telah ada salah seorang keluarganya yang mencukupinya.

Maka, Rasul dengan tegas mengatakan, ”Saudaramu itu jauh lebih baik di mata Allah SWT dari pada engkau yang hanya diam berdoa dan berzikir.”

Dari peristiwa di atas, papar Ustadz Othman Shihab, Rasulullah hendak memberikan contoh nyata kepada umatnya agar selalu bekerja keras. Islam bahkan memberikan kedudukan mulia bagi para pekerja keras, pedagang maupun wirausahawan jujur, bahwa mereka berada di bawah lindungan Arsy-nya Allah SWT.

Jauh sebelum diangkat sebagai rasul yang mengemban misi dakwah, Nabi Muhammad terlebih dahulu dikenal sebagai pedagang yang jujur dan sukses. Selama hampir 15 tahun, dari usia 25 hingga 40 tahun, Nabi SAW telah berdagang ke banyak negeri.

Pada masa sekarang, semangat yang sama hendaknya dimiliki segenap umat, untuk mencapai kesejahteraan. Karena dari Nabi, ”Umat Islam mendapat pelajaran untuk melakukan ‘perjalanan jauh’ demi meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat,” papar Ustadz Othman.

Dan hendaknya, jangan ada halangan untuk itu. Meski potensi di sebuah negeri minim, umat tidak boleh berpangku tangan, jangan menyerah. ”Tapi harus kerja keras walaupun sampai bepergian jauh,” sambungnya.

Menurut Puspo Wardoyo, wirausahawan Muslim, Islam memandang berdagang atau berwirausaha sebagai bagian integral dari ajaran Islam. ”Terdapat sejumlah ayat dan hadis yang menjelaskan pentingnya aktifitas berusaha tersebut,” tandas Puspo.

Sayang, aktifitas ekonomi dan wirausaha belum berkembang secara memuaskan di kalangan masyarakat Muslim saat ini. Setidaknya, dalam amatan Wakil Ketua Dewan Pembina Yayasan Dakwah Malaysia Indonesia (Yadmi), Dato Nakhael Ahmad, kedua bidang tadi justru masih menjadi keunggulan kalangan non Muslim.

”Dalam kehidupan sehari-hari, kita masih tergantung dari sektor swasta yang dikuasai mereka. Ini harus diubah,” tegasnya, beberapa waktu lalu.

Kondisi tersebut amatlah ironis dengan kenyataan di masa lalu, ketika semangat kewirausahaan dan perniagaan umat sangat tinggi, bahkan dapat menyebarkan agama Islam. ”Kita harus mampu meningkatkan penguasaan ekonomi kembali,” papar Dato Nakhael lagi.

Kendala
Bagaimana caranya? Ada dua hal perlu dilakukan. Pertama, harus ada ikhtiar dan keseriusan terutama dalam bekerjasama. ”Dan kedua, sanggup memaksimalkan potensi yang ada,” ujarnya.

Pada kesempatan terpisah, Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Sandiaga Salahuddin Uno, menegaskan bahwa umat harus selalu membangkitkan etos kewirausahaan, karena nilai luhur keislaman dan kewirausahaan sangatlah dekat.

Itulah yang kini diperlukan untuk membangun kesejahteraan umat dan bangsa. Dengan wirausaha, sambung Sandiaga, secara otomatis akan mendorong sektor riil, termasuk usaha kecil dan menengah, sehingga para pelakunya bisa ‘naik kelas’.

Hanya saja, tidak mudah menjalankannya. Ada sejumlah kendala, semisal sulitnya akses permodalan, kurangnya stimulus dari pemerintah, juga mental sumber daya manusia yang masih memilih jalur di luar wirausaha, dan sebagainya.

Akan tetapi, hendaknya berbagai hambatan itu tidak lantas menyurutkan langkah. Semangat kewirausahaan harus terus digelorakan, karena seperti dikatakan Sandiaga, ”Kita punya keunggulan dalam bidang ini, yakni dengan menerapkan wirausaha yang efisien, transparan, dan berkredibilitas, seperti pada masa Rasulullah SAW.” (Republika)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: