• Arsip

  • http://picasion.com/
  • Terjemahkan ke dalam Bahasa:

  • Juli 2009
    S S R K J S M
    « Jun   Agu »
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    2728293031  

Ikhlas Beramal

amalImam al-Ghazali, mahaguru ilmu tasawuf Islam ternama, dalam kajian tasawufnya membagi orang yang beramal di dunia ini ke dalam beberapa kriteria. Pertama, beramal karena takut masuk neraka. Kedua, beramal karena mengharapkan surga. Ketiga, beramal karena didorong oleh rasa syukur atas nikmat Allah SWT dan mengharapkan keridhaan-Nya. Kata al-Ghazali, yang ketiga inilah amal yang paling sempurna keikhlasannya.

Dalam konteks ini sangat menarik disimak ucapan sufi besar Rabi’ah al-‘Adawiyah, yang pada suatu hari ini berkata, mau membakar surga. Surga dianggap telah mengaburkan tujuan manusia melakukan amal kebajikan sehingga tidak lagi karena Allah melainkan lantaran mengharapkan imbalan surga. Padahal, manusia diperintahkan beramal karena Allah (lillahi ta’ala), bukan karena surga. Di hari lain Rabi’ah al-Adawiyah berkata hendak menyiram api neraka. Menurutnya, nereka telah mengaburkan alasan manusia menjauhi perbuatan maksiat, yaitu bukan karena takut kepada Allah, tetapi karena takut dengan api neraka.

Selain beramal dengan ikhlas, seorang Muslim hendaklah beramal secara ihsan. Abdurrahman ‘Azzam Pasha (penulis buku Risalah Chalidah –Perdamaian Abadi) memberi pengertian ihsan sebagai berikut: “Anda berbuat suatu kebaikan padahal itu bukan menjadi kewajiban Anda.”

Dengan kata lain, seseorang mencapai tingkat ihsan dalam beramal apabila ia melakukan amal kebajikan tersebut bukan lantaran adanya kewajiban syariat semata, melainkan karena cinta kepada kebajikan itu sendiri dan merasa bahagia melakukannya. Di dalam Alquran ditegaskan, Berbuat baiklah sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu (QS Al-Qashash: 77). Rasulullah saw bersabda, “Seorang mukmin tidak akan pernah merasa puas berbuat kebajikan kecuali kalau telah berada di surga.”

Dalam satu hadis diceritakan, Aisyah ra pernah bertanya kepada Rasulullah saw, “Mengapa Anda begitu tekun memperbanyak amal ibadah, bukankah Anda telah dijamin tidak berdosa dan pasti masuk surga?” Rasulullah menjawab, “Wahai Aisyah, tidak patutkah saya menjadi hamba Allah yang bersyukur?” (By M Fuad Nasar)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: