• Arsip

  • http://picasion.com/
  • Terjemahkan ke dalam Bahasa:

  • Juli 2009
    S S R K J S M
    « Jun   Agu »
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    2728293031  

Dendang Rhoma di Masjid Al Ikhlas

Jemaah antuias

Jemaah antuias

Rhoma Irama bukan hanya piawai memetik gitar dan mendendangkan lagu dangdut yang syahdu, tetapi Si Raja Dangdut ini juga pandai berdakwah. Tausyiah Rhoma di Masjid Al Ikhlas, Kebonduren, Kalimulya, Depok mendapat sambutan hangat dari ribuan jemaah.

Rhoma menjadi penceramah inti dalam peringatan Isra’ Miraj di masjid tersebut. Panitia sengaja menanggil Rhoma dan walikota Depok serta gubernur Jawa Barat untuk memancing kehadiran jemaah. “Kita berharap pembangunan masjid segera selesai,” kata Nizar Salim, ustadz sekaligus ketua panitia saat memberikan sambutan. Nizar berharap kedatangan pejabat pemkot Depok, termasuk camat Sukmajaya, serta pejabat pemprov Jabar bisa memudahkan langkah panitia dalam mengumpulkan dana pembangunan.

Doa ahli kubur

Doa ahli kubur

Sebelum Rhoma naik ke atas panggung, acara dimulai dengan pembacaan doa ahli kubur oleh ustadz Syarifudin, dilanjutkan pembacaan Rawi oleh ibu-ibu majelis taklim Hudaya. Setelah itu, giliran murid-murid Taman Pendikan Alquran (TPA) Al Ikhlas unjuk gigi. Selain hafalan surat pendek dan pembacaan ayat suci oleh anak-anak, acara juga dimeriahkan oleh tausyiah dari dai cilik Fadil dan Qory.

Pembacaan Rawi

Pembacaan Rawi

Jemaah sudah tak sabar menunggu Rhoma berkotbah. Ketika Rhoma menuju ke panggung, ibu-ibu dan anak-anak berebut untuk mengabadikan Rhoma melalui ponsel dan kamera. “Ridho mana…Ridho mana,” teriak ibu-ibu dan para gadis.

“Itu Ridho duduk di depan,” ujar Rhoma sambil menunjuk asistennya yang juga bercambang. “Huu…..uuuuu,” teriak jemaah. Sang asisten hanya tersenyum. Rhoma memulai ceramahnya dengan menguraikan makna Isra’ Miraj. Menurutnya ibadah sholat berbeda dengan ibadah lain. “Orang boleh tidan naik haji kalau mereka tidak mampu,” lanjut Satria Bergitar itu.

Dai cilik

Dai cilik

“Tapi sholat wajib bagi semua orang. Kalau kita sakit dan tidak bisa berdiri, tetap wajib sholat walau dengan berbaring,” tambahnya. Tausyiah Rhoma menjadi menarik karena diiringi cuplikan bait lagu-lagu Rhoma. Dan hebatnya, para jemaah, khususnya ibu-ibu, hafal dengan syair-syair itu.

Setelah berceramah, Rhoma menjadi buruan jemaah untuk foto bersama. Bahkan seorang jemaah pria bukan hanya mencium tangan Rhoma tetapi juga menciup pipi ayah Ridho itu. Pejabt pun berebut berfoto bersama. (Foto-foto Bang Haji  Rhoma bisa dilihat di link Foto Foto Kegiatan Masjid)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: