Mata Hati yang Tajam

  Syekh Atha’ as-Silmi dikenal sebagai guru mengaji yang tulus. Selain itu, ia juga dikenal sebagai seorang yang pandai menenun pakaian. Sekali dalam seminggu, ia membawa hasil tenunannya ke pasar untuk dijual. Syekh Atha’ as-Silmi sangat yakin bahwa tenunannya sangat apik dan tak ada cacat. Di tengah hiruk-pikuk keramaian pasar, kalimat tasbih dan tahmid mengiringiContinue reading “Mata Hati yang Tajam”

Bahaya Salah Niat dalam Berdakwah

Niat adalah hal fundamental bagi setiap Muslim ketika mengerjakan sesuatu. Segala sesuatunya sangat bergantung pada niatnya. Manusia yang mendirikan masjid tapi niatnya untuk pamer, maka hal itu tidak akan bernilai ibadah. Tapi, sedekah seratus rupiah, jika dilandaskan pada niat ikhlas dan keridhaan Allah, niscaya akan bernilai ibadah di sisi Allah. Hal ini perlu ditegaskan, karenaContinue reading “Bahaya Salah Niat dalam Berdakwah”

Langkah-langkah Penting Menjaga Hati

Hati dalam bahasa Arab disebut dengan al-qalb, yang berarti bolak-balik. Disebut demikian, karena hati adalah dunia abstrak (closed area), unik, dan berkembang (developmental). Hati gampang berubah, sukar dibaca, senantiasa berkembang, dan pasang-surut. Karena memiliki sifat seperti itu, maka hati harus dijaga dengan baik. Sebab, jika tidak dijaga, hati akan berubah menjadi hati yang sakit (al-qalbContinue reading “Langkah-langkah Penting Menjaga Hati”

Puncak Pengabdian Seorang Hamba

Kata mujahadah tidak lebih populer daripada kata jihad atau ijtihad. Beberapa riwayat menyebutkan bahwa ijtihad lebih utama daripada jihad. Rasulullah SAW bersabda, ”Goresan tinta para ulama lebih utama daripada tumpahan darah para syuhada.” Namun, masih ada yang lebih utama dari ijtihad, yakni mujahadah. Mujahadah ialah perjuangan yang mengandalkan unsur batin atau kalbu. Seusai sebuah peperanganContinue reading “Puncak Pengabdian Seorang Hamba”

IKHLAS

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Musa Al Asy’ari disebutkan bahwa Rasulullah saw pernah ditanya tentang seseorang yang berperang karena keberaniannya, karena fanatisme, karena riyak, mana di antaranya yang berada di jalan Allah? Rasulullah menjawab, ”Barangsiapa yang berperang agar Kalimatullah itulah yang tertinggi, maka ia berada di jalan Allah.” Imam Muslim meriwayatkan dari Abu HurairahContinue reading “IKHLAS”