• Arsip

  • http://picasion.com/
  • Terjemahkan ke dalam Bahasa:

  • Juni 2017
    S S R K J S M
    « Des    
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    2627282930  

Bazar dan Pasar Murah

DKM Al Ikhlas bekerja sama dengan Toko Tani Indonesia (TTI) Kementerian Pertanian menyelenggarakan Bazar dan Pasar Murah pada Sabtu, 3 Juni 2017 di halaman Masjid Al Ikhlas. Selain menjual pakaian pantas pakai yang harganya mulai Rp2.500 hingga Rp15.000 per potong, juga dijual bahan kebutuhan pokok mulai dari beras, bawang merah, bawang putih, terigu, gula pasir, minyak goreng dan cabai merah keriting.

Warga di sekitar masjid juga diberi kesempatan untuk menjual produknya. Ada yang menyediakan kue lebaran, dodol Betawi, baju, sandal, tempat tisu hasil kreasi Bank Sampah Kencana 08 (BSK 08) serta kue kering lainnya.

Jamaah tampak antusias berbelanja, terutama sembako. Mereka antre untuk mengambil kupon sebelum membayar dan mengambil barang. Berikut foto-foto kegiatan tersebut.

 

Idul Adha 2016: Lima Sapi dan 19 Kambing

Jamaah menunggu dimulainya Sholat Idul Adha 2016.

Jamaah menunggu dimulainya Sholat Idul Adha 2016.

Pada perayaan Idul Adha 12 September 2016, jamaah Masjid Al Ikhlas, Kebonderen, Kelurahan Kalimulya, Kota Depok menyembelih lima ekor sapi dan 19 kambing. Seluruh daging, tulang, kulit, kepala dan jeroan dibagikan kepada warga RW 08 dalam 480 kantong. Jumlah hewan kurban tahun ini meningkat dibanding Idul Adha 2015, di mana hanya terdapat 3 sapi dan 23 kambing.

“Alhamdulillah jumlah hewan kuban meningkat dibanding tahun lalu. Ini menunjukkan ketaqwaan jamaah masjid,” kata Ustad Samlawi, selaku ketua panitia. Sholad Idul Adha dipmpin oleh imam Ustad Agus Suprayogi,  bilal Ustad Dede Harun, dan khotib Ustad Nisar Salim.

Dalam khotbahnya, Nisar Salim mengatakan umat Islaam harus mencontoh keteladanan Nabi Ibrahim AS. Meski diuji dengan berbagai cobaan, beliau tetap tabah dan taat menjalankan perintah Allah SWT. Godaan terberat yang dialami Nabi Ibrahim adalah ketika ia diminta menyembelih anaknya, Ismail AS. Padahal, penantian memiliki anak sangat lama. Berkat ketaatannya, saat akan menyembelih, Allah mengganti Ismail dengan seekor domba.

Prosesi penyembelihan dimulai pukul 08:30 WIB dipimpin Ustad Agus dan Ustad Syafruddin. Berkat gotong-royong seluruh jamaah, pukul 14:00 WIB, pembagian daging kurban sudah selesai. (*)

Berikut foto-foto perayaan Idul Adha 2016:

 

Pawai Sambut Ramadhan 1437H

Menyambut bulan suci Ramadhan 1437H, Taman Pendidikan Alquran Masjid Al Ikhlas, Kebonduren, Kalimulya, Kota Depok, Jawa Barat menyelenggarakan pawai anak-anak pada Sabtu, 4 Juni 2016. Pawai mengelilingi RW 08, Kelurahan Kalimulya, dimulai dari halaman Masjid Al Ikhlas, dilanjutkan ke Perumahan Taman Anyelir 3. Jalur berikutnya adalah Jalan Raya Kalimulya kemudian Jalan Kencana 1 dan berakhir lagi di masjid.

Pawai tersebut dipimpin oleh Ketua Bidang Tarbiyah Masjid Al Ikhlas, Haji Anung beserta semua guru di TPA Al Ikhlas. Foto pawai bisa dilihat di bawah ini.

Laporan Kegiatan Santunan Anak Yatim DKM Al Ikhlas 2015

LAPORAN KEGIATAN SANTUNAN ANAK YATIM 1437 H  
    DKM AL-IKHLAS  
    Jl. Kencana 1 No.A8
I PENYALURAN/ DISTRIBUSI SANTUNAN
Anak yatim lingkungan RW 08 = 15 Orang
Anak yatim undangan ( diluar lingkungan RW 08 ) = 25 Orang
II PENERIMAAN
1 RT 01  Rp             1,610,000
2 RT 02  Rp             2,740,000
3 RT 04  Rp             3,485,000
4 RT 05  Rp             2,545,000
5 RT 06  Rp             1,900,000
6 Majelis Ta’lim Ibu-ibu ( Sabtuan)  Rp             1,625,000
7 Majelis Subuh ( Fajriyah)  Rp                100,000
8 Dana terkumpul dari pak Nizar  Rp                900,000
9 Dana Tambahan  Rp             1,400,000
10 Dana Tambahan  Rp                500,000
11 Dana Tambahan ( terkumpul tgl 24-10-2015 )  Rp             2,355,000
TOTAL PENERIMAAN  Rp          19,160,000
III PENGELUARAN
Dana Tunai untuk anak yatim
1 RW 08 ( Rp 350.000 x 15 orang )  Rp             5,250,000
2 Diluar RW 08 ( Rp 250.000 x 25 orang )  Rp             6,250,000
Dana Pembelian Sembako
3 Beras 2 liter ( Rp.18,000 X 40 )  Rp                720,000
4 Minyak Goreng ( Rp. 11,190 X 40 )  Rp                447,600
5 Gula Pasir ( Rp. 13425 X 40 )  Rp                537,000
6 Kecap ( Rp. 5625 X 40 )  Rp                225,000
7 Kantong / tas Sembako ( 3 Lusin X 60000)  Rp                180,000
8 Kantong/ tas sembako ( 4 buah X 6000 )  Rp                  24,000
9 Plastik Polo Besar  Rp                  11,500
Dana Pembelian Snack
10 Snack box Yatim ( Rp. 10.800 X 40 )  Rp                432,000
11 Aqua gelas 1 dus  Rp                  29,400
Dana Pembuatan Kupon
11 Pencetakan kupon  Rp                  18,000
TOTAL PENGELUARAN  Rp          14,124,500
SISA SALDO  Rp             5,035,500
Depok, 26 Oktober 2015
Keterangan
Sisa Saldo dimasukan ke kas santunan anak yatim bulanan.

Menabung untuk akhirat

Peletakan batu pertama pembangunan Masjid Al Ikhlas yang dihadiri oleh Ustadz Jefry Al Bukhori dan pejabat teras Kota Depok sudah setahun berlalu (peletakan batu pertama Kamis, 24 April 2008). Namun, pembangunan masjid seluas 18 m X 18 meter itu belum juga usai. Kendala utama terletak pada pendanaan.

Memang, masjid yang terdiri dari dua lantai itu dirancang juga sebagai gedung serba guna. Bagian atas untuk menjalankan aktifitas keagamaan, sedangkan lantai dasar akan menjadi gedung serba guna untuk berbagai keperluan seperti hajatan, pertemuan warga atau aktifitas publik lainnya.

Tentunya, konsep tersebut membawa konsekuensi pada tingginya biaya pembangunan masjid yang diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp 2,8 miliar. Bantuan dana dari berbagai pihak seperti pengembang Taman Anyelir, Telkom dan pengusaha sekitarnya belum juga menuntaskan pembangunan tersebut.

Berbagai upaya penggalangan dana telah ditempuh. Menyebarkan proposal dan surat kesediaan menjadi donatur tetap belum menghasilkan dana yang diharapkan. Kini, panitia memfokuskan pada penggalangan dana ke warga setempat. Walau mungkin hasilnya tak sebesar bantuan dari pihak luar, namun dana rutin itu diharapkan akan mempercepat proses pembangunan.

Cara yang ditempuh tak lagi menyodorkan proposal atau surat sejenis, tetapi dengan menyebarkan celengan pada setiap keluarga. Celengan itu diambil panitia setiap awal bulan. Celengan ini diyakini mempunyai daya jangkau lebih luas ketimbang proposal karena semua pihak bisa berpartisipasi.

“Mengisi celengan masjid menjadi tanggung jawab semua penghuni. Dua anak saya wajib menyisihkan uang jajannya dan memasukkannya ke celengan,” ujar seorang warga. Istrinya pun bisa memasukkan uang sisa belanja ke tabungan akhirat itu.

Makin banyak yang mengisi tentunya isinya pun lebih banyak dari biasanya. Dan yang penting, lanjut warga itu,   “Saya mengajari anak untuk beramal dan bertanggung jawab terhadap pembangunan masjid.” Menurutnya, pembangunan masjid bukan menjadi tanggungjawab pihak luar, pemerintah atau pengusaha antah berantah tetapi menjadi beban warga sekitar. Toh, mereka juga akan memanfaatkan masjid tersebut.

Celengan masjid itu akan menumbuhkan kesadaran untuk beramal dan kesadaran bahwa tanggung jawab pembangunan masjid adalah tanggung jawab bersama warga. Kesadaran seperti ini harus ditumbuhkan sejak kecil agar mental dan moral mereka dididik untuk mandiri dan tidak menggantungkan pada pihak lain.

Proposal Pembangunan Masjid (Revisi Oktober 2009)

Perspektif Masjid Al ikhlasI. PENDAHULUAN

Latar Belakang

Masjid adalah rumah Allah, hal ini tersirat pada firman Allah yang terdapat dalam sebuah Hadits Qudsi yang artinya “Sesungguhnya rumah-rumah Ku di bumi ialah masjid-masjid dan para pengunjungnya adalah orang-orang yang memakmurkannya” (HQR Abu Naim dari Said Al Khuduri , rs)

Di dalam hadits ini Allah memberitahukan kepada kita bahwa Allah mempunyai rumah di bumi ini, yaitu masjid tempat orang melakukan ibadah dan mengabdi kepadaNya, bertasbih dan mensucikanNya. Oleh karena itu masjid merupakan tempat termulia di bumi.

Allah berfirman dalam QS. At Taubah;18

            •  •         

Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari Kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, Maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.

Pada hadits disampaikan “Barang siapa mendirikan masjid karena Allah walaupun sebanding dengan sarang burung tempat telurnya niscaya Allah mendirikan pula baginya sebuah gedung di dalam Surga (HR. Ahmad, Ibnu Hibban dan Bazzar dengan sanad shahih)

Dari hadits dan firman Allah di atas dapat kita simpulkan bahwa membangun dan mendirikan masjid sangat besar pahalanya.

Keberadaan Musholla Al Ikhlas yang telah didirikan sekitar 20 tahun yang lalu sudah tidak layak dan seiring dengan perkembangan penduduk saat ini. Saat ini warga RT 04-05 berjumlah sekitar 300 KK atau sekitar 95 % warga muslim, Renovasi atau perluasan areal musholla tidak mungkin dilakukan , bersamaan dengan pembangunan perumahan Anyelir I pengurus Musholla dan warga melakukan negosiasi dan bekerjasama dengan pihak pengembang untuk pengadaan lahan. Terjadi kesepakatan dengan pihak pengembang untuk menyediakan fasilitas umum berupa fasilitas ibadah yang dapat bermanfaat untuk warga kompleks Taman Anyelir I maupun warga RT 04-05.

Luas lahan yang tersedia untuk Masjid seluas 400 M2, sehingga dibentuklah panitia pembangunan Masjid. Sesuai dengan kesepatan pengembang , bahwa fisik bangunan akan dilaksanakan oleh warga masyarakat secara gotong royong namun pemanfaatannya untuk seluruh warga. Pembangunan juga didorong oleh mayoritas warga RT 04-05 adalah Muslim yang sangat merindukan tempat beribadah yang layak.

Tujuan :

1. Menyediakan sarana Ibadah yang nyaman dan strategis

2. Tempat koordinasi dan membangun silaturahmi kaum muslimin

3. Menyelenggarakan pendidikan keagamaan dan mental warga muslim pada umumnya dan bagi anak-anak maupun remaja masjid.

4. Mewujudkan lingkungan yang agamis dan berkualitas

II. PROGRAM PEMBANGUNAN MASJID

Program pembanguan Masjid direncanakan pada bulan Maret 2008. Diawali dengan status lahan masjid yang sah, daya tampung Musholla yang tidak memenuhi syarat, dibentuklah panitia pembangunan Masid Al Ikhlas.

Pembangunan diawali dengan peletakan batu pertama pada Maret 2008 oleh Wakil Walikota Depok. Kemudian bulan April dilakukan pengerjaan fondasi secara gotong royong warga RT 04-05. Pembangunan dimulai pada bulan Mei 2008. Luas tanah 20×20 m2, direncanakan Bangunan Masjid dengan 2 lantai, Lantai dasar akan digunakan sebagai Ruang serbaguna, Ruang kantor dan TPA sedangkan Lantai 2 akan digunakan sebagai tempat sholat. Gambar site plan bangunan terlampir.

Kondisi saat ini telah diselesaikan pengecoran Lantai 2 sehingga Lantai dasar telah dapat dimanfaatkan. Dinding belum sempurna dan Lantai telah dikeramik sarana lain tempat wudhu dan toilet laki-laki telah selesai. Telah digunakan untuk kegiatan masjid : untuk sholat, pertemuan rapat, pengajian remaja, pengajian Kaum Ibu tetap berjalan, walaupun sarana yang ada terlalu minim. Realisasi Fisik sampai saat ini 30 % dari rencana.

Biaya Pembangunan :

Total biaya seperti direncanakan adalah Rp. 2,5 Milyar sampai saat ini dana terkumpul dapat diuraikan sebai berikut :

1. Masyarakat                                                          Rp     115.000.000

2. Perusahaan/instansi                                       Rp       77.000.000

3. Bantuan Pemda Kota Depok                         Rp       10.000.000

4. Sumbangan bahan bangunan senilai         Rp        96.469.150

5. Sumbangan developer                                    Rp       39.000.000

JUMLAH                                                                     Rp    337.469.150

Pemanfaatan Dana Pembangunan :

Biaya pembanguan saat ini sekitar Rp. 337 juta rupiah ( tiga ratus tiga puluh tujuh juta rupiah)

Rencana selanjutnya :

Tahap Pertama : pembangunan yang akan dilaksanakan yaitu :

1. Pengerjaan tiang –tiang penyangga kubah

2. Pembangunan Lantai II sebagai tempat sholat,

3. Pembuatan kubah

4. Pembangunan Mighrab/mimbar

Estimasi dana yang diperlukan sebesar Rp. 350.160.000,- dengan rincian biaya terlampir.

Tahap Kedua : akan dilaksanaan pada 2010.

Finishing bangunan Lantai I maupun Lantai dua, jendela, pintu dll.

III. SUSUNAN DEWAN KESEJAHTERAAN MASJID :

Pelindung                                     :  1. Lurah Kalimulya

2. Ketua RW 04 Kel Kalimulya

Dewan Penasehat                      :  1. Ust Edi Main

2. Agus Suprayogi, ST

3. H Nimin

Ketua Umum                               : Hasbullah M Rahmad, S Pd, M Hum

Ketua Harian                               : Nisar Salim, S Pd

Sekretaris                                      : Aris Abdillah, SE

Bendahara                                     : 1. Gunawan Adyaksa, SH, MM

2. Widyatmoko, SE

Humas                                            : Drs Djoko Harismojo

Ketua Bidang Kesra                   : Muhammad Ridwan, S Sos

Ketua Bidang Pendidikan        : Dono

Ketua Bidang Pembangunan : Burhan Masangang, SE

Ketua Bidang PHBI                    : Samlawi, S Ag

Ketua bidang Ubudiyah          :  Ust Syafruddin

IV. PENUTUP

Demikian proposal ini kami susun untuk dapat dipelajari dan menjadikan bahan pertimbangan Bapak/Ibu/ Saudara untuk dapat ikut merealisasikan pembangunan Masjid Al Ikhlas.

Informasi lebih lengkap tentang Kegiatan dan Pembangunan Masjid Al Ikhlas dapat diakses melalui Website kami di Http :// alikhlaskebonduren.wordpress.com

Rencana biaya yang dibutuhkan adalah sebagai berikut :

1 Besi                                   140 btg                 144,000                  20,160,000

2 Baja ringan (atap)       400 m2                150,000                  60,000,000

3 Genteng                          4000 buah               5,000                  20,000,000

4 Kubah & assesoris      1 pkt                50,000,000                50,000,000

5 Keramik                        400 m2                    125,000                50,000,000

6 Kusen pintu dan jendela 1 pkt           40,000,000              40,000,000

7 Mighrab (assesoris mimbar) 1 pkt   30,000,000              30,000,000

8Semen,pasir, dll           1 pkt                   80,000,000              80,000,000

Jumlah biaya                                                                              Rp. 350.160.000

DOKUMENTASI PERKEMBANGAN PEMBANGUNAN MASJID AL IKHLAS PADA Maret 2008 – OKTOBER 2009

1. Perspektif Bangunan

2. Peletakan batu pertama dan pengukuran arah kiblat

3. Perkembangan pembangunan sampai saat ini

4. Sekilas Peringatan Isra’ Mi’raj 1430 H oleh H. Rhoma Irama

Masjid

Masjid Rangkaian peristiwa Isra’ dan Mi’raj dimulai dari masjid ke masjid. Memperingati peristiwa ini seharusnya mendorong kaum muslimin mengorientasikan dirinya ke masjid, ikut memakmurkan tempat ibadah itu dengan menjadi jamaah yang aktif. Dalam risalah Islam, ‘masjid’ memang mempunyai fungsi dan peranan tertentu yang melambangkan masyarakat Islam bukan perseorangan yang tanpa ikatan. Masjid melambangkan Islam sebagai Agama ‘jamaah’. Idealnya bukan hanya dalam shalat, tetapi di luar shalat juga berlangsung hidup berjamaah.

Artinya, masjid bukan sekadar untuk shalat berjamaah, fungsi masjid lebih luas dari itu. Hal ini dapat dimengerti dari tindakan Rasulullah sesampainya di Masjidil Haram sepulang Mi’raj untuk mengajak masyarakat meyakini kebenaran perjalanannya. Atau ketika Nabi sampai di Yatsrib sewaktu hijrah.

Pertama kali yang beliau bangun adalah mendirikan masjid. Dari masjid itulah masyarakat Islam disusun, nilai-nilai Islam dihidupkan dan dilembagakan dalam kehidupan bersama. Fungsi masjid yang demikian itu lebih ditegaskan di masa Khalifah Abu Bakar, bahkan disertai pesan, ”Jika sekiranya datang cengkeraman dari pihak yang batil dan timbul perlawanan dari pihak yang hak (perlawanan yang tidak akan sia-sia lantaran kebajikannya), maka di kala itu, di masjidlah tempat kamu menetap dan dari Alquranlah kamu mencari petunjuk.” (Pidato Khalifah Abu Bakar). Bagi Khalifah Abu Bakar, masjid harus difungsikan sebagai pusat ‘reintegrasi umat’.

Di negeri kita ini, citra kemajuan umat baru ditandai oleh banyaknya bangunan fisik masjid. Itu saja tentu belum cukup. Masjid yang benar-benar makmur (difungsikan sebagaimana seharusnya) masih bisa dihitung dengan jari. Banyak masjid baru berfungsi pada saat shalat Jumat berlangsung. Kadang-kadang keberadaan masjid malah tidak bersambung dengan kehidupan riel masyarakat tetangga masjid, sehingga ia ibarat Kuburan Cina yang pakai marmer berukir tapi tak bernyawa di dalamnya.

Untuk itu sudah saatnya dimunculkan gerakan cinta masjid yang diprogram secara nasional. Kalau perlu melalui Keppres agar lebih efektif. Dan ini bukan tidak mungkin, mengingat kepeloporan Presiden Soeharto dalam membangun ribuan masjid menghendaki tindak lanjut usaha pemakmurannya. Secara tradisi pun pernah berlangsung dalam tata kota kekuasaan di Jawa dalam lambang menyatunya Masjid, Keraton, dan Alun-alun. Firman Allah: Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah adalah yang beriman kepada Allah dan hari akhir, menegakkan shalat, mengeluarkan zakat dan tidak merasa takut melainkan kepada Allah; mudah-mudahan mereka itu makin terpimpin kepada kebenaran.” (QS At-Taubah: 18).

Dengan gerakan yang bersifat nasional, pemakmuran masjid akan mampu menyentuh bukan saja pada aktivitas ibadah shalat berjamaah, melainkan juga dapat kita harapkan masjid akan mampu menjadi sentra pembinaan umat baik keimanan dan ketaqwaannya maupun kehidupan sosial ekonominya. Gerakan koperasi, misalnya, dapat lebih dipercepat perkembangannya melalui masjid-masjid. Wallahu A’lam. (By HA Yani Wahid)