• Arsip

  • http://picasion.com/
  • Terjemahkan ke dalam Bahasa:

  • Oktober 2017
    S S R K J S M
    « Sep    
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    23242526272829
    3031  

Bazar dan Pasar Murah

DKM Al Ikhlas bekerja sama dengan Toko Tani Indonesia (TTI) Kementerian Pertanian menyelenggarakan Bazar dan Pasar Murah pada Sabtu, 3 Juni 2017 di halaman Masjid Al Ikhlas. Selain menjual pakaian pantas pakai yang harganya mulai Rp2.500 hingga Rp15.000 per potong, juga dijual bahan kebutuhan pokok mulai dari beras, bawang merah, bawang putih, terigu, gula pasir, minyak goreng dan cabai merah keriting.

Warga di sekitar masjid juga diberi kesempatan untuk menjual produknya. Ada yang menyediakan kue lebaran, dodol Betawi, baju, sandal, tempat tisu hasil kreasi Bank Sampah Kencana 08 (BSK 08) serta kue kering lainnya.

Jamaah tampak antusias berbelanja, terutama sembako. Mereka antre untuk mengambil kupon sebelum membayar dan mengambil barang. Berikut foto-foto kegiatan tersebut.

 

Iklan

Masjid Al Ikhlas Ikut Kegiatan Sejuta Maulid Nabi Muhammad SAW

Maulid Nabi Muhammad SAW

Masjid Al Ikhlas di Jalan Kencana I, Kebonduren, Kelurahan Kalimulya, Kota Depok ikut ambil bagian dalam kegiatan ‘Sejuta Maulid Nabi Muhammad SAW’ yang diselenggarakan oleh Pemkot Depok pada Minggu, 11 Desember 2016 mulai pukul 19.30 WIB. Kegiatan tersebut berpusat di Masjid Balikota Depok yang diikuti secara online oleh 63 masjid di setiap kelurahan. Masjid Al Ikhlas ditunjuk mewakili Kelurahan Kalimulya.

Sebelum acara dibuka oleh Walikota Depok Muhammad Idris, jamaah masjid Al Ikhlas menyaksikan penampilan siswa TPA Al Ikhlas mulai dari pembacaan doa sampai hafalan surat pendek. Setelah itu, jamaah mendengarkan sambutan dari walikota secara online dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua DKM Al Ikhlas Ustadz Nizar Salim dan Kepala Kelurahan Kalimulya.

Acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Alquran oleh Qori Ustadz Wildan Zamzami sebelum memasuki ceramah agama oleh Ustadz KH Asep Hidayat Sadi, MM. Perayaan Maulid Nabi Muhammad ditutup dengan makan tumpengan bersama. Berikut foto-foto kegiatan tersebut.

Idul Adha 2016: Lima Sapi dan 19 Kambing

Jamaah menunggu dimulainya Sholat Idul Adha 2016.

Jamaah menunggu dimulainya Sholat Idul Adha 2016.

Pada perayaan Idul Adha 12 September 2016, jamaah Masjid Al Ikhlas, Kebonderen, Kelurahan Kalimulya, Kota Depok menyembelih lima ekor sapi dan 19 kambing. Seluruh daging, tulang, kulit, kepala dan jeroan dibagikan kepada warga RW 08 dalam 480 kantong. Jumlah hewan kurban tahun ini meningkat dibanding Idul Adha 2015, di mana hanya terdapat 3 sapi dan 23 kambing.

“Alhamdulillah jumlah hewan kuban meningkat dibanding tahun lalu. Ini menunjukkan ketaqwaan jamaah masjid,” kata Ustad Samlawi, selaku ketua panitia. Sholad Idul Adha dipmpin oleh imam Ustad Agus Suprayogi,  bilal Ustad Dede Harun, dan khotib Ustad Nisar Salim.

Dalam khotbahnya, Nisar Salim mengatakan umat Islaam harus mencontoh keteladanan Nabi Ibrahim AS. Meski diuji dengan berbagai cobaan, beliau tetap tabah dan taat menjalankan perintah Allah SWT. Godaan terberat yang dialami Nabi Ibrahim adalah ketika ia diminta menyembelih anaknya, Ismail AS. Padahal, penantian memiliki anak sangat lama. Berkat ketaatannya, saat akan menyembelih, Allah mengganti Ismail dengan seekor domba.

Prosesi penyembelihan dimulai pukul 08:30 WIB dipimpin Ustad Agus dan Ustad Syafruddin. Berkat gotong-royong seluruh jamaah, pukul 14:00 WIB, pembagian daging kurban sudah selesai. (*)

Berikut foto-foto perayaan Idul Adha 2016:

 

Pembangunan Masjid Al Ikhlas sampai 5 Juni 2016

Pembangunan masjid Al Ikhlas, Kebonduren, Kelurahan Kalimulya, Kota Depok, Jawa Barat sampai dengan tanggal 5 Juni 2016 masih membutuhkan penyelesaian untuk plafon lantai atas. Alhamdulillah, usen dan kaca  jendela di lantai atas, serta finishing tembok (aci) bagian teras depan sudah selesai. Berikut foto kondisi masjid per 10 Januari 2016.

Pawai Sambut Ramadhan 1437H

Menyambut bulan suci Ramadhan 1437H, Taman Pendidikan Alquran Masjid Al Ikhlas, Kebonduren, Kalimulya, Kota Depok, Jawa Barat menyelenggarakan pawai anak-anak pada Sabtu, 4 Juni 2016. Pawai mengelilingi RW 08, Kelurahan Kalimulya, dimulai dari halaman Masjid Al Ikhlas, dilanjutkan ke Perumahan Taman Anyelir 3. Jalur berikutnya adalah Jalan Raya Kalimulya kemudian Jalan Kencana 1 dan berakhir lagi di masjid.

Pawai tersebut dipimpin oleh Ketua Bidang Tarbiyah Masjid Al Ikhlas, Haji Anung beserta semua guru di TPA Al Ikhlas. Foto pawai bisa dilihat di bawah ini.

Susunan Pengurus DKM Al Ikhlas Periode 2015-2020

KEPENGURUSAN DKM AL-IKHLAS

PERIODE 2015 – 2020

Dewan Syariah, dengan anggota sebagai berikut:

  1. Ustadz Agus Suprayogi, ST, M.Si
  2. Ustadz H. Uzeir Hamdan, c

Dewan Penasehat, dengan anggota sebagai berikut:

  1. M Hasbullah Rahmad, SP.d, M.Hum
  2. Burhan Masangang, S.E
  3. M Ridwan, S.Sos
  4. Ketua RW 08
Ketua : Ustadz. Nisar Salim, S.Pd
Sekretaris Umum : Gunawan Adiyaksa
Bendahara Umum : Aris Abdillah, SE
Bidang Ubudiyah :

Enjang Hermawan (Ketua)

Aditya, ST

Dede Harun

Bidang PHBI

( Peringatan Hari Besar Islam )

:

Syamlawi, S.Ag (Ketua)

Ma’mun

Feri Iswandi

Bidang Tarbiyah :

Anung H, MSi (Ketua)

Pairus

Faiz Fairussani Albananiy, ST

Bidang  Pembangunan dan Pemeliharaan Masjid :

Puji Rohadi (Ketua)

M. Thamrin

Widiyatmoko

Bidang Kepemudaan :

Supriyadi (Ketua)

Nanang

Lissa Novira

Rizki Ramadhan

Bidang Sosial Ekonomi :

Bangun Windiarto, S.Kom (Ketua)

Rudi

Fisqo

Bidang Humas :

Joko Harismoyo (Ketua)

Edi Junaedi

Ketua RT di lingkungan RW 08 (Ex Officio)

Satimin

Sukimin

Agus Bodeng

Agustina ( Ibu Nunung )

Menabung untuk akhirat

Peletakan batu pertama pembangunan Masjid Al Ikhlas yang dihadiri oleh Ustadz Jefry Al Bukhori dan pejabat teras Kota Depok sudah setahun berlalu (peletakan batu pertama Kamis, 24 April 2008). Namun, pembangunan masjid seluas 18 m X 18 meter itu belum juga usai. Kendala utama terletak pada pendanaan.

Memang, masjid yang terdiri dari dua lantai itu dirancang juga sebagai gedung serba guna. Bagian atas untuk menjalankan aktifitas keagamaan, sedangkan lantai dasar akan menjadi gedung serba guna untuk berbagai keperluan seperti hajatan, pertemuan warga atau aktifitas publik lainnya.

Tentunya, konsep tersebut membawa konsekuensi pada tingginya biaya pembangunan masjid yang diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp 2,8 miliar. Bantuan dana dari berbagai pihak seperti pengembang Taman Anyelir, Telkom dan pengusaha sekitarnya belum juga menuntaskan pembangunan tersebut.

Berbagai upaya penggalangan dana telah ditempuh. Menyebarkan proposal dan surat kesediaan menjadi donatur tetap belum menghasilkan dana yang diharapkan. Kini, panitia memfokuskan pada penggalangan dana ke warga setempat. Walau mungkin hasilnya tak sebesar bantuan dari pihak luar, namun dana rutin itu diharapkan akan mempercepat proses pembangunan.

Cara yang ditempuh tak lagi menyodorkan proposal atau surat sejenis, tetapi dengan menyebarkan celengan pada setiap keluarga. Celengan itu diambil panitia setiap awal bulan. Celengan ini diyakini mempunyai daya jangkau lebih luas ketimbang proposal karena semua pihak bisa berpartisipasi.

“Mengisi celengan masjid menjadi tanggung jawab semua penghuni. Dua anak saya wajib menyisihkan uang jajannya dan memasukkannya ke celengan,” ujar seorang warga. Istrinya pun bisa memasukkan uang sisa belanja ke tabungan akhirat itu.

Makin banyak yang mengisi tentunya isinya pun lebih banyak dari biasanya. Dan yang penting, lanjut warga itu,   “Saya mengajari anak untuk beramal dan bertanggung jawab terhadap pembangunan masjid.” Menurutnya, pembangunan masjid bukan menjadi tanggungjawab pihak luar, pemerintah atau pengusaha antah berantah tetapi menjadi beban warga sekitar. Toh, mereka juga akan memanfaatkan masjid tersebut.

Celengan masjid itu akan menumbuhkan kesadaran untuk beramal dan kesadaran bahwa tanggung jawab pembangunan masjid adalah tanggung jawab bersama warga. Kesadaran seperti ini harus ditumbuhkan sejak kecil agar mental dan moral mereka dididik untuk mandiri dan tidak menggantungkan pada pihak lain.