• Arsip

  • http://picasion.com/
  • Terjemahkan ke dalam Bahasa:

  • Juli 2009
    S S R K J S M
    « Jun   Agu »
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    2728293031  

Berjihad

Berjihad Imam Bukhari dan Muslim merawikan bahwa Abu Darr berkata, ”Ya, Rasulullah, perbuatan apa yang paling utama?” Nabi Muhammad SAW menjawab, ”Beriman kepada Allah dan berjihad di jalan Allah.” Dalam beberapa hadis lainnya, kecuali berjihad, Rasulullah menjelaskan bahwa mendirikan salat pada waktunya, berbuat baik kepada orangtua, dan menunaikan rukun Islam kelima sehingga kita menjadi haji mabrur, juga termasuk perbuatan utama.
Muhyiddin Abi Zakaria Yahya bin Syarifunnawawi dalam Riyadh al-Shalihin mengutip Abu Said al-Khudri bertutur, ”Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah, dan berkata, ‘Manusia seperti apa yang paling utama?’ Nabi menjawab, ‘Seorang mukmin yang berjihad dengan diri dan hartanya di jalan Allah.’ Ia berkata, ‘Lalu siapa?’ Beliau menjawab, ‘Kemudian seorang mukmin muda yang beribadah kepada Allah dan meninggalkan manusia dari keburukannya.”’ Hadis ini juga dirawikan oleh Bukhari dan Muslim.

Berjihad merupakan kewajiban Allah kepada makhluk-Nya, khususnya bagi kaum muslimin. Berjihad berarti beribadah kepada Allah. Dalam Islam, kita dinyatakan telah berjihad bila kita berusaha untuk mengerjakan perintah dan menjauhi larangan-Nya, baik untuk diri sendiri maupun demi kepentingan masyarakat. Karena itu, berjihad harus dilaksanakan tidak hanya terbatas pada pertempuran, peperangan, dan ekspedisi. Setiap hari, kita harus berjihad, baik dalam keadaan aman maupun kacau-balau. Bagi kita, berjihad tidak mengenal waktu, dan ini menjadi ciri-ciri seorang mukmin dan muslim.

Dalam Alquran, kita menemukan perintah berjihad sekitar 39 ayat. Misalnya dalam Q.S. 16: 110, 24:53, 25:52, atau 35:43. Nabi Muhammad dalam sirah perjuangannya telah mencontohkan jihad semacam ini sejak diangkat menjadi rasul selama di Mekah dan Madinah. Dan, dalam beberapa ayat, kata jihad selalu bergandengan dengan kata fi sabilillah. Kata ini dimaksudkan agar kita selalu berniat untuk Allah dan berharap ridha-Nya dalam berjihad.

Beberapa ulama menyimpulkan bahwa kita berjihad disebabkan karena kita hendak mempertahankan diri, kehormatan, harta, negara dari serangan musuh, kita hendak memberantas kezaliman, menghilangkan fitnah yang ditimpa umat Islam, membantu orang-orang mustad’afin, dan kita berusaha mewujudkan keadilan dan kebenaran. Dengan kata lain, kita berjihad, karena kita ingin menegakkan dan melaksanakan syariah Islam sehingga tercipta suasana damai dan tenteram.

Untuk itu, kita tidak dibenarkan menyerang musuh-musuh Islam, bila keadaan damai dan tenteram telah kita capai. ”Kecuali orang-orang yang meminta perlindungan kepada suatu kaum, yang antara lain kamu dan kaum itu telah ada perjanjian (damai) atau orang-orang yang datang kepada kamu sedang hati mereka merasa keberatan untuk memerangi kamu dan memerangi kaumnya….” (4:90). Walau demikian, kita tetap berjihad agar Allah meridhai apa yang kita lakukan.

Namun, kalau semangat berjihad telah memudar di hati kita, maka kita tidak akan bergairah beribadah, tak acuh melaksanakan perintah Allah, dan putus asa, pesimis, apatis, malas bekerja. Karena itu, sebelum api berjihad padam, seharusnya kita tetap ingat bahwa berjihad itu adalah salah satu upaya kita meraih masa depan yang baik.  (Idris Thaha)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: