Peringatan Idul Adha 2018: Lebih Cepat Lebih Baik

Judul di atas tak terkait dengan jargon capres 2009, melainkan kenyataan bahwa Peringatan Idul Adha 1439 H pada 22 Agustus 2018 di Masjid Al Ikhlas, Kebonduren, Kalimulya, Depok berlangsung lebih baik dan cepat dibanding tahun sebelumnya.

Jumlah hewan kurban pun bertambah. Tahun lalu hanya lima ekor sapi dan 32 kambing, pada 2018 ini hewan kurban menjadi 6 sapi, satu kerbau dan 40 kambing. Jumlah tersebut terus meningkat setiap tahun. Peningkatan hewan kurban bisa dilihati di sini.

Meski jumlahnya lebih banyak, namun penangan justru lebih cepat dan baik. Perbedaan penanganan bisa dilihat dari:

1.Perbaikian Sistem.

Berkaca dari pengalaman sebelumnya di mana ada pengurban yang tidak mendapatkan daging pesannya maka untuk tahun ini, pencatatan pesanan dilakukan lebih tertib. Hewn diberi name tag, berisi nama pengurban plus pesanan daging. Dengan cara ini, kekhilafan bisa dihindari. Proses pemotongan pun sudah diatur sejak awal, sesuai nomor urut. Sudah ditentukan juga siapa saja yang akan menjadi penyembelih. Sistem pemotongan, pemungkusan serta pembagian juga lebih terkoordinasi.

2. Pelatihan Jagal

Untuk mengatasi kekurangan penyembelih, DKM mengirim jamaah untuk mengikuti pelatihan juru sembelih halal Indonesia Juleha Depok. Melalui pelatihan tersebut, jumlah jagal menjadi lebih banyak sehingga proses penyembilihan pun lebih cepat.

3. Penggunaan Mesin Potong

Mesin potong tulang menjadi salah satu kunci kecepatan. Meski untuk mengoperasikan mesin tersebut, masjid mengundang operator yang sudah berpengalaman.

4. Higienis

Pemotongan kali ini lebih higienis karena sebelum hewan dipotong, mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan (maaf lupa namanya) memeriksa kesehatan hewan-hewan tersebut. Termasuk menaksir umur, apakah sudah layak atau belum. Setelah dinyatakan sehat, hewan baru disembelih. Mahasiswi itu pun mengikuti proses pengulitan. Lalau melihat jeroan, hati dan jantung. Memeriksa satu-satu apakah hati hewan itu berpenyakit, seperti mengandung cacing. Yang mengandung penyakit, akan disingkirkan dan tidak boleh dibagikan. Melalui proses ini, diharapkan daging yang dibagikan kepada jamaah benar-benar higienis.

Sebelum penyembelihan hewan kurban, seperti biasa, digelar sholat Idul Adha dengan imam Ustad Dr. Agus Suprayogi dan khotib Ustad Uzeir Hamdan, LC serta bilal Ustad Syafruddin.

Berikut foto-foto peringatan Idul Adha 1439 H pada 22 Agustus 2018:

 

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: